|

Jokowi Beri Komentar Soal Pengakuan AKP Sulman Azis yang Sebut Polisi Tidak Netral

Kali Dibaca
Presiden Joko Widodo. Foto: Liputan6
Mediaapakabar.com Pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi Garut, AKP Sulman Azis bahwa dia mendapat arahan dari Kapolres Kabupaten Garut untuk memenangkan capres 01 sampai juga ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi pengakuan AKP Sulman Azis, Jokowi menegaskan bahwa aparat TNI maupun Polri harus dapat menjaga netralitas dalam momen kampanye maupun Pilpres 2019.
“Politik TNI dan Polri itu politik negara. Jadi harus bisa menjaga netralitas, sudah jelas sekali,” tegas Jokowi usai menghadiri kampanye di Gedung Aimas Convention Centre, Sorong, Papua Barat, seperti yang dilaporkan Pojoksatu.id, Senin (1/4) malam.
Jokowi menegaskan, dia telah berulangkali menyampaikan kepada TNI dan Polri agar menjaga netralitas dalam Pemilu 2019.
“Saya pikir tidak perlu diulang-ulang. Bukan sekali dua kali saya sampaikan di rapim (rapat pimpinan) TNI/Polri, di rapat-rapat TNI, rapat-rapat polisi, saya sampaikan,” tambah Jokowi.
Sebelumnya, AKP Sulman Azis menuding Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna telah memerintahkan 22 kapolsek di Garut menggiring masyarakat untuk memilih Jokowi.
Perintah itu, menurut Sulman, diiringi ancaman kapolsek akan dimutasi bila capres 01 kalah di wilayahnya.
“Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, saya sudah ditugaskan ke mana mana, baru di 2019 ini, di Pilpres 2019 ini, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon,” kata AKP Sulman Aziz kepada wartawan di Kantor Lokakataru, Jakarta, Minggu (31/3/2019).
Esoknya, Senin (1/4) AKP Sulman Aziz yang kini ditugaskan di Ditlantas Polda Jabar sebagai Pasi I Pelanggaran Subdit Gakum, mendatangi Polda Jabar pukul 15.30 WIB.
Kedatangannya ke Mapolda untuk melakukan penghadapan sejak TR yang diterimanya awal Maret lalu, menetapkan berdinas di Mapolda Jabar.
Di Polda Jabar, AKP Sulman Aziz menarik semua pernyataannya yang menyudutkan Polri. Ia mengaku khiladf telah menuding Polri tidak netral dalam Pilpres 2019.
“Saya menarik ucapan saya polri tidak netral. Polri netral sesuai instruksi Kapolri. Bahkan Ada dua TR bahwa polri harus netral baik pilpres maupun pilkada saat saya menjabat sebagai Kapolsek kemarin, dan itu saya pedomani,” jelasnya. (AS)
Komentar

Berita Terkini