SDM Harus Berbekal Soft Skill

| Jumat, 19 Oktober 2018 | 21.03 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/Ist
Mediaapakabar.com-Menyikapi revolusi industri 4.0, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh hanya terfokus pada pengembangan kompetensi SDM. Lebih dari itu, Generasi-Z (Gen-Z) harus diperkuat pada aspek soft skill-nya. 

" Selain kemampuan teknis (technical skill), hal lain yang tak kalah pentingnya diberikan kepada para tenaga kerja adalah bekal soft skill atau transversal skill," kata Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan, Dudung Heryadi dalam acara Kuliah Umum "Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0" di Pendopo Malowopati, Bojonegoro pada Jumat (19/10/2018).  

Gen-Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995 hingga sekarang. Gen-Z menjadi topik pembicaraan dunia karena generasi ini akan mendominasi populasi manusia di masa depan. Generasi inilah yang akan berjibaku dengan dinamika era revolusi industri 4.0.  

Bloomberg of United Nation memberi label Gen-Z sebagai generasi realis, inovatif dan mandiri. Oleh karenanya, penguatan soft skill menjadi penting bagi Gen-Z sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan zaman.  

Hanya saja, penanaman soft skill mencakup karakter inti manusia seperti kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik membutuhkan waktu yang tidak singkat. 

" Oleh karena itu, sinergi lembaga pelatihan, BLK dengan dunia pendidikan menjadi sangat penting dalam memastikan internalisasi soft skill," ujarnya. 

Menurut Dudung, soft skill sangat penting untuk ditenkankan bagi Gen-Z. Karena, dalam laporan World Economic Forum, 80 persen skill tenaga kerja agar bersaing dalam era revolusi industri 4.0 adalah penguasaan softskill. Selebihnya, technical skill hanya berada dalam skala 12 persen.  

Secara lebih rinci, 3 diantara 10 skill diperlukan saat ini adalah complex problem solving, critical thinking dan creativity. 

" Selain soft skill, penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan penguasaan teknologi digital kepada para peserta pelatihan juga menjadi bagian penting dalam upaya mencetak tenaga kerja yang siap berkompetesi," tuturnya.  

Dudung juga menyebut beberapa langkah pemerintah untuk menghadapi tantangan perubahan era revolusi industry 4.0. Diantaranya, kebijakan link and match untuk memastikan kompetensi SDM/tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dengan industri yang berbasis teknologi digital.  (nor)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI