Kronologi Korban Begal Dibacok, Diteriaki Pelaku Hingga Lolos dari Penyekapan

| Senin, 29 Oktober 2018 | 11.36 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Kamera CCTV merekam peristiwa pembegalan di Jalan Dewi Sartika Kota Depok, Selasa dinihari, 24 April 2018. Dok.video cctv/Polda Metro Jaya
Mediaapakabar.com - Seorang Mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi, Shendy Hidayatullah, menjadi korban begal di Jalan Baru, samping kampusnya. Lolos dari pembegalan, dia justru diteriaki begal dan ketika ditangkap lalu disekap oleh sejumlah orang mengaku polisi.

Rangkaian peristiwa itu dialami Shendy sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis 25 Oktober 2018. Dia keluar kampus untuk membeli makanan di sela mempersiapkan kegiatan seminar di kampusnya.

“Pagi ada kegiatan seminar Fisip Education and Art,” kata Shendy ketika ditemui Sabtu, 27 Oktober 2018.

Di kegiatan itu, Shendy ditunjuk sebagai ketua seksi bagian logistik. Karena kegiatan itu, Shendy bersama dengan kawan kampusnya yang tergabung dalam penyelenggara acara lembur mempersiapkan acara kegiatan.

"Saya juga tidak menyangka bakal menjadi korban begal," kata mahasiswa semester 3 jurusan Ilmu Pemerintahan ini.

Shendy juga aktif menjadi Senat Departemen Olahraga di kampusnya. Karena itu, Shendy lebih banyak beraktivitas di kampus tertua di Bekasi tersebut. "Kadang juga mengadvokasi masalah sosial di masyarakat," ujar dia seperti yang dilansir Tempo.co.

Shendy mengatakan, tepat pukul 01.00 WIB di sela kesibukannya mempersiapkan kegiatan di kampus dia keluar untuk membeli makanan. Arahnya, ke warung-warung yang berada di pinggir Kalimalang tak jauh dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur. "Ketika keluar pintu kampus, ada tiga orang menunggu di pinggir jalan," ujar Shendy.

Tak lama setelah belanja, Shendy kembali menuju kampus. Belum sampai kampus, dia dikejar tiga orang itu sambil memaksa meminta barang berharga yang dibawanya. Shendy lalu dibacok hingga jatuh tersungkur ke aspal.

Tak ingin menjadi bulan-bulanan, dia bergegas bangkit untuk menuju gerbang kampus yang berjarak sekitar 100 meter. Rupanya, seorang pelaku dengan membawa senjata tajam mencegatnya. "Saya balik lagi, mengambil sepeda motor, dan makanan," kata Shendy.

Ia lalu tancap gas menuju Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur sambil berteriak meminta bantuan kepada warga. Tak ada yang menolong, Shendy melanjutkan perjalanan hingga menyeberang ke Kampung Rawasemut di seberang gedung DPRD.

"Ada dua orang berteriak begal, saya pikir ada korban lain, rupanya mereka meneriaki saya," ujar dia.

Tak ingin diamuk massa, Shendy kembali tancap gas sampai ke Jalan Cut Mutia untuk menuju kampusnya. Apesnya, sampai di simpang Unisma, dua orang turun dari mobil pribadi mengaku sebagai anggota polisi. Shendy dimasukkan ke dalam mobil lalu diinterogasi.

"Saya sudah bilang, kalau bukan begal, justru menjadi korban begal," ujar dia.

Di dalam mobil itu, Shendy diikat tangannya, dan mulutnya dilakban. Dalam posisi jongkok di bawah kursi, Shendy tak melihat akan dibawa ke mana. Padahal, empat orang yang berada di dalam mobil sempat menyebut akan membawa ke kantor polisi. "Tahu-tahu saya diturunkan di wilayah Pondok Gede," ujar Shendy.

Dengan posisi masih terikat, Shendy dibawa ke rumah kontrakan kosong. Selama tiga jam di rumah itu, orang yang mengaku polisi tak kembali lagi. Shendy berhasil menyelamatkan diri dari penyekapan, dan meminta bantuan kepada warga setempat, lalu dibawa ke Mapolsek Pondok Gede. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI