Eksekutor Bunuh Jurnalis Jamal Khashoggi Kuat Dugaan Diperintah Putra Mahkota Saudi

| Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11.19 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Jamal Khashoggi bersama calon istrinya Hatice Cengiz

Mediaapakabar.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diduga kuat berada di balik kematian wartawan senior Jamal Khashoggi di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki beberapa waktu lalu.

Demikian dikatakan mantan kepala MI6 Sir John Sawers seperti dimuat The Guardian jelang akhir pekan ini.

Dia menjelaskan, semua bukti yang ada menunjukkan bahwa Mohammed bin Salman merupakan dalang di balik kematian wartawan yang lantang mengkritik pemerintahan Saudi tersebut.

Sawers mengatakan bahwa penilaiannya didasarkan pada percakapan dengan sumber senior Whitehall dan pengetahuannya tentang dinas intelijen Turki.

Komentar itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa dia menduga Khashoggi tewas.

Trump juga mengatakan bahwa konsekuensi untuk Arab Saudi akan sangat parah jika terbukti bahwa para pemimpinnya memerintahkan pembunuhan Khahoggi.

“Saya pikir Presiden Trump dan tim kementeriannya sadar betapa berbahayanya jika orang bertindak dengan perasaan bahwa mereka memiliki kekebalan dalam hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” kata Sawers.

“Jika terbukti, dan tampaknya sangat mungkin terjadi, bahwa (Mohammed bin Salman) memerintahkan pembunuhan wartawan itu adalah langkah yang terlalu jauh, yang Inggris, Uni Eropa dan Amerika Serikat harus tanggapi,” tandas Sawers.

Jamal Khashoggi Dimutilasi Hidup-hidup

Putra Mahkota Saudi diduga memerintahkan sejumlah intelijen dan ahli forensik untuk memutilasi Jamal Khashoggi.

Seorang sumber warga Turki mengungkapkan ahli forensik Arab Saudi memutilasi Jamal Khashoggi saat jurnalis itu masih hidup. Mutilasi dilakukan di satu ruangan di kantor konsulat Arab Saudi.

Sumber Turki ini mendengarkan rekaman audio secara keseluruhan tentang proses kematian Khashoggi dan keterangan saksi yang berada di dalam konsulat Arab Saudi, seperti dikutip dari Middle East Eye, 16 Oktober 2018.

Jurnalis kenamaan Saudi itu hilang pada Selasa 2 Oktober 2018, setelah mengunjungi kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengurus pernikahannya yang keempat dengan seorang wanita warga Turki.

Menurut sumber warga Turki itu, Khashoggi diseret dari kantor konsuler jenderal di konsulat Arab Saudi di Istanbul dan menaruhnya di atas meja di ruang sebelah.

Seorang saksi di ruang bawah mendengarkan suara teriakan mengerikan. Teriakan berhenti ketika Khashoggi diberi suntikan.

Satu dari 15 anggota regu pembunuh Khashoggi adalah kepala bukti forensik di departemen keamanan umum Saudi bernama Salah Muhammad al-Tubaigy.

Tubaigy tiba di Ankara, Turki menggunakan jet pribadi pada hari yang sama saat Khashoggi datang ke konsulat Arab Saudi.

Tubaigy yang memutilasi Khashoggi di atas meja saat jurnalis ini masih hidup. “Pembunuhan ini berlangsung selama 7 menit,” ujarnya.

Dengarkan Musik Sambil Mutilasi Jamal Khashoggi

Saat mulai memutilasi jasad Khashoggi, Tubaigy mengenakan earphone untuk mendengarkan musik. Dia menyarankan anggota regu lainnya untuk mengikuti cara dia.

“Saat saya mengerjakan pekerjaan seperti ini, saya mendengarkan musik. Anda juga harus melakukannya,” kata Tubaigy dalam rekaman audio.

Tubaigy menurut sumber di New York Times menjabat sebagai Ketua Saudi Fellowship Pathology dan anggota Asosiasi Arab Saudi untuk Forensik Pathologi.

Pada tahun 2014, surat kabar Arab Saudi yang berkantor di London, Asharaq al-Awsat mewawancarai Tubaigy mengenai klinik bergerak yang membolehkan petugas medis melakukan otopsi dalam 7 menit untuk memastikan penyebab kematian jamaah haji.

Arab Saudi bungkam soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang sebelum tewas tinggal sebagai eksil di Washington D.C dan bekerja sebagai jurnalis dan kolumnis di Washington Post. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI