Buntut Kecelakaan di Tiganderket,Warga Seruduk Kantor PT PP PIG

| Selasa, 04 September 2018 | 19.26 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Saat warga berada di ruang rapat PT PP di Desa Perbaji ,foto-apakabar/rianto
Mediaapakabar.com--Kecelakaan yang terjadi pada sebuah angkutan umum di Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Tanah Karo, ternyata berbuntut panjang,Warga menyalahkan karena kondisi pembangunan jalan dan jembatan yang tidak seimbanglah sehingga mengakibatkan terjadi kecelakaan pada Selasa (4/9) dinihari.

Dalam kejadian ini 13 orang penumpang warga setempat mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di RS Efarina Etaham Berastagi.

Warga pun yang berasal dari Desa Perbaji dan Selandi Kecamatan Tiganderket, Selasa (4/9) siang, ramai-ramai ‘menyeruduk’ kantor PT PP PlG Sinabung Paket 1 yang berada di Desa Perbaji, selaku kontraktor dan penanggung jawab pembangunan jembatan di kawasan itu.

Warga menuding PT PP tidak serius dalam pengerjaan jembatan penghubung dan terkesan asal jadi. “Sebelumnya telah pernah kami sampaikan ke pihak PT PP PIG dan pekerjanya, kalau jembatan yang mereka bangun terlalu rendah, tidak sesuai dengan kondisi jalan. Sebab setelah melewati jembatan, kendaraan terpaksa harus menanjak tajam.

Dan kekhawatiran warga terbukti, terjadi kecelakaan ini. Kendaraan tidak sanggup menanjak terlalu tajam usai melewati jembatan dan akhirnya mundur masuk ke sungai Lau Barus,” kata salah seorang warga Desa Perbaji.

Warga mengaku sangat kecewa dengan pembangunan jempatan di Desa mereka yang dijerjakan PT PP PIG, karena tidak mau menggikan jembatan untuk disesuaikan dengan kondisi jalan yang menanjak.

Apalagi setelah pembangunan jembatan juga tidak diiringi dengan perbaikan aspal jalan. “Jalanannya masih dibiarkan berpasir dan berbatu kerikil. Sementara kondisi jalan harus menanjak tajam. Itu membuat rawan kecelakaan. Artinya pemborong ini tidak memikirkan keselamatan masyarakat pengguna jalan,” ujar Kacaribu (60), warga Perbaji lainnya dengan nada emosi.

Setelah melalui perdebatan sengit, perwakilan warga akhirnya diterima oleh manajeman PT PP PIG yang diwakili Agung selaku humas perusahaan, didampingi Alfred Pakpahan selaku konsultan pengawasan. Pada pertemuan itu hadir juga Sekretaris Kecamatan Tiganderket Aminudin, Danramil Tiganderket Kapten Erlaba Perangin angin dan Kapolsek Tiganderket.

Di pertemuan itu warga menuntut pihak PT PP dan juga Pemkab Tanah Karo untuk memperbaiki dan meninggikan jembatan, untuk mengurangi tingginya tanjakan usai melalui jembatan. Warga juga menuntut PT PP menanggung semua biaya pengobatan dan kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan.

Sempat terjadi perdebatan yang serius dalam pertemuan itu, dan sebahagian warga juga terlihat emosi. Namun, pihak PT PP akhirnya mengalah dan berjanji akan segera memperbaiki jembatan untuk disesuaikan dengan kondisi jalan agar tidak terlalu menanjak. Sementara untuk kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakanan, Agung juga menyatakan bahwa perusahaannya akan bertanggung jawab. ( RIANTO )
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI