Polwan Brigadir Maria Ditemukan Sang Suami Gantung Diri, Sempat Suruh Anaknya Masuk Rumah

| Jumat, 27 Juli 2018 | 10.03 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Brigadir Maria Magdalena. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Bunuh diri kerap dilekatkan pada kondisi psikologis manusia yang berada dalam keputusasaan akut. 

Bunuh diri tentunya jalan pintas yang tidak pantas dilakukan. 
Dugaan bunuh diri dikaitkan dengan tewasnya seorang polisi wanita (Polwan) Brigadir Maria Magdalena.
Brigadir Maria Magdalena pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa oleh suaminya, Togar.
Togar mendapati kenyataan pahit itu pada pukul 22:00 Wib.
Seperti yang dilansir Tribun Batam Brigadir Maria Magdalena saat ditemukan, dalam kondisi gantung diri di tangga rumahnya yang berada di Blok F Cipta asri tahap I, Sagulung, Batam.
Pria yang akrab dipanggil Togar itu menemukan istrinya dalam kondisi tergantung di tangga.
"Suaminya yang menemukan pertama sekitar pukul 22.00 WIB. saat pulang ke rumahnya. Saat itu juga beliau teriak dan warga langsung mendatangi rumah korban,"kata Agus, seorang sekuriti perumahan Cipta Asri Kamis (26/7/2018) dini hari.
Agus mengatakan, saat suaminya berteriak, sejumlah warga langsung datang memberitahu pihak kepolisian, dan tak lama kemudian pihak kepolsian dan juga Inafis datang ke lokasi.
"Tadi pihak kepolsian dan Inafis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP,"kata Agus.
Sebelum meninggal, Brigadir Maria Magdalena sempat dilihat warga duduk termenung di gapura pintu masuk ke perumahannya, Blok F, 70 Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu (25/7/2018) kemarin. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.
"Iya, semalam cerita tetangga lainya yang berada di depan swalayan, mendiang duduk dekat gapura pintu gerbang masuk ke perumahannya, sembari termenung sekitar pukul 18.00 WIB," kata Yati, seorang tetangga korban yang sering diminta memijat.
Selain itu, mendiang juga sempat menjumpai anaknya bermain dari depan swalayan di dekat simpang rumahnya, dan mengajak masuk anaknya ke rumahnya.
"Semalam sebelum mendiang ditemukan meninggal, sempat kami lihat dia menjumpai anaknya yang sedang bermain di depan swalayan dan mengajak anaknya masuk ke rumah," tuturnya.
Sementara itu, Mamat, tetangga korban lainnya, juga mengungkapkan sempat melihat Brigadir Maria Magdalena termenung di bawah gapura pintu gerbang masuk ke rumahnya.
"Sore itu yang pertama dan terakhir kami lihat ibu Maria, gak seperti biasanya duduk melamun di sana," ujarnya.
Romo Paschal Tak Yakin Korban gantung Diri
Di mata Romo Paschal, pastor yang sudah lama mengenal sosok Brigadir Maria Magdalena, selama ini mendiang dikenal periang dan taat beribadah.
Rumah duka Brigadir Maria Magdalena di Blok F, 70 Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu (25/7/2018) kemarin. 


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Sebelum Ditemukan Tewas, Warga Sempat Lihat Brigadir Maria Duduk Termenung di Gapura Perumahannya, http://batam.tribunnews.com/2018/07/26/sebelum-ditemukan-tewas-warga-sempat-lihat-brigadir-maria-duduk-termenung-di-gapura-perumahannya.

Editor: Sri Murni
Rumah duka Brigadir Maria Magdalena di Blok F, 70 Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu (25/7/2018) kemarin.

"Saya sangat kenal sejak dia duduk di bangku SMP. Seperti biasanya umat kepada pastor. Dia sering komunikasi dengan saya entah masalah kuliah, masalah kerjaan dan banyak hal soal kesehatian dan iman," kata Paschal kepada Tribunbatam.id, Kamis (26/7/2018).
Paschal mengakui sebelum Maria menikah, ia penganut Katolik.
Namun sesudah menikah, Maria ikut dengan suaminya, Protestan.
Maria lahir dan besar di Tanjungpinang.
Rumahnya dekat dengan asrama Paschal di Tanjungpinang.
Bahkan sempat satu sekolah dengannya di Tanjungpinang.
"Orangnya enak diajak bicara. Tiga minggu lalu masih ketemu. Dan Sabtu kemarin terakhir komunikasi via WA. Saya biasa mengirim ayat Kitab Suci dan dia membalas dengan Amin. Terima kasih Romo," ujarnya.
Paschal sendiri tidak yakin Maria pergi selamanya dengan cara gantung diri.
Ia berharap polisi segera membuka hasil autopsinya.
Ketidakyakinannya itu, diakuinya karena saat ditemukan, kaki mendiang tidak tergantung sebagaimana kebanyakan orang yang gantung diri.
"Saya juga gak nyangka. Pasti dia telepon kalau ada apa-apa. Belum tentu dia bunuh diri. Biasanya orang yang bunuh diri tergantung," tuturnya.
Selama ini, Paschal mengaku sering menjalanakan tugas bersama dengan Maria karena Maria bertugas sebagai penyidik di Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).
"Kami pernah juga bertugas bersama di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak," ujarnya. (*)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI