Menhub Budi Karya Turut Tabur Bunga di Danau Toba, Tegaskan Komitmen Keselamatan Penumpang Kapal

| Jumat, 06 Juli 2018 | 11.25 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:

Kemenhub bersama rombongan Kapoldasu, Bupati samosir dan Bupati salungun, Kapolres Simalungun menuju kapal Pery KMP SUMUT 1 guna lakukan tabir Bunga di oerairan air danau toba. Foto-apakabar/stm

Mediaapakabar.com -- Acara penaburan Bunga yang dilakukan kementrian Perhubungan (kemenhub) Budi Karya dihadiri ratusan orang dari jajaran Pejabat teras seperti Bupati Samosir Drs.Rapidin Simbolon,Bupati Tobasa, Bupati Simalungun JR, Saragih,Kapoldasu, Kapolres Simalungun AKBP Liberti Panjaitan, dan juga staf kementrian, Jakarta, Kamis (5/7/2018)

Adapun tujuan kedatangan Kemenhub tersebut sebagai bentuk wujud memberikan dukungan moral kepada 4 orag yang mewakili korban kapal tenggelam diperairan air danau toba, Kemenhub  juga melakukan Tabur Bunga bagi para korban kapal KM. Sinar Bangun pada hari Senin 18/6/2018 yang lalu. 

Lanjut,  dalam konfrensi persnya Kemenhub Budi Karya mengatakan kepada awak jurnalis di atas kapal feri bahwa kedepan kita akan lakukan pengawasan untuk kapal kayu khususnya yang berada di Danau, termasuk money fase yang akan kita terapkan. 

"Begitu juga dalam hal ini kami akan mengusulkan kepada pemerintah pusat (Jakarta)  agar juga turut melakukan pengawasan kapal kayu di Danau jadi pengawasan tersebut bukan hanya di kabupaten saja," katanya.

Lanjut Kemenhub, nanti secara teknis kita akan lakukan evaluasi besaran kapal panjang, tinggi dan lebarnya, dan dimana para ahli akan melakukan rekomendasi sebesar komposisi apakah kapal itu nantinya akan dibuat dan itu nantinya akan berada di satu level kelayakan pengawasan tertentu, ungkapnya dengan tegas. 

Hal yang sama, Bupati Simalungun JR. Saragih mengatakan ketika diwawancara wartawan mengatakan kedepan kita akan melakukan penertiban ijin-ijin kapal dan tidak boleh membawa sepeda motor lebih 12 unit.

"Kita juga nanti akan melakukan inspeksi pertiga bulan maupun per enam bulan di seluruh wilayah permukaan air Danau Toba apakah masih latak berlayar atau tidak kapal tersebut dan nanti personil tersebut akan kita libatkan antara lain Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan kita juga memohon kepada Masyarakat jangan memaksakan diri jika ingin menaiki kapal yang sudah penuh," katanya.


Dia berharap kedepan jangan ada lagi hal-hal kejadian seperti kemarin, "dimana keluarga kita sampe sekarang ini belum ditemukan dan saya berharap kerjasama yang baik dari masyarakat jika ingin berpergian naik kapal patuhi semua aturan yang ada," ujarnya.

Bupati Samosir Drs.Rapidin Simbolon ketika diwawancarai mengatakan pada awak media bahwa kita juga sudah memangil seluruh camat yang ada di Samosir untuk melakukan pengawasan secara Intens kepada pelabuhan pelabuha kecil (Steker), karna pelabuha kecil ini sangat primer untuk bersandar guna mengangkat para penumpang maupun hasil bumi yang akan dijual ke pasar.

"Money face juga akan kita lakukan oleh petugas dari tingkat kecamatan yang nantinya akan ditempatkan di pelabuhan kecil (steker)," ungkap Rapidin. (Soritua Manurung)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI