KBRD Sumut Adakan Obrolan Politik

| Rabu, 25 Juli 2018 | 14.22 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist
Mediaapakabar.com--Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan reunian dan peringatan 27 Juli dengan menggelar acara ‘Ngobrol Politik bersama Aktifis Pro Demokrasi’ di Resto Sajian Bhineka, Jalan Babura Lama No. 4 Medan, Kamis (26/07/2018).


Muhammad Ikhyar Velayati Harahap selaku Panitia Pengarah acara pada wartawan, di Resto Sajian Bhineka, Rabu (25/07/2018). 

Usai melakukan rapat persiapan akhir bersama panitia pelaksana kegiatan mengatakan, peristiwa 27 Juli 1996 atau dikenal sebagai peristiwa Kudatuli, berawal dari peristiwa perebutan kantor DPP PDIP pimpinan Megawati Soekarnoputri oleh PDI pimpinan Soeryadi didukung oleh aparat keamanan dan massa bayaran. 

Peristiwa perebutan kantor DPP PDIP yang berdarah itu akhirnya memunculkan gelombang protes dari kalangan aktifis pro demokrasi didukung massa rakyat di Jakarta.

Waktu itu, kata Ikhyar yang merupakan Koordinator Aktifis ’98 Sumut, bentrokan atau chaos antara aparat keamanan dengan kalangan aktifis dan massa rakyat yang ingin kembali mengambil alih kantor DPP PDIP pun tidak bisa dihindarkan dan menimbulkan banyak korban.

Peristiwa 27 Juli, sebut Ikhyar, merupakan sebuah peristiwa kelam di masa Orde Baru bagaimana represifnya rezim yang berkuasa saat ini ‘memukul’ gerakan-gerakan massa rakyat pro demokrasi yang dianggap bertentangan dengan kekuasaan. 

“Tapi tindakan represif pemerintahan Orde Baru waktu itu bukanlah menyurutkan gerakan pro demokrasi tetapi malah membuatnya semakin membesar. Dan puncaknya di tahun 1998 terjadi aksi massa besar-besaran gabungan mahasiswa dan massa rakyat di berbagai daerah. Di Jakarta massa menguasai gedung DPR RI, sedangkan di daerah massa juga menguasai gedung-gedung DPRD setempat serta sejumlah instansi penting lainnya dan akhirnya mampu menggulingkan pemerintahan Orde Baru dan memunculkan Orde Reformasi,” jelas Ikhyar.
Para panitia pelaksana obrolan politik 'kudatuli'. foto: Ist
Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Panitia Reuni dan Diskusi KBRD Sumut, Hasan Basri  menyebutkan, acara ini intinya adalah acara reunian kalangan aktifis pro demokrasi yang sudah lama terpisah-pisah satu sama lain. 

“Teman-teman sudah banyak yang terpisah-pisah karena menggeluti pekerjaan dan profesinya masing-masing. Jadi acara ini sebagai sarana untuk mengumpulkan kembali kawan-kawan yang sudah lama terpisah itu untuk reunian sembari mengenang masa-masa susah dahulu dalam memperjuangkan demokrasi dapat tegak di negeri ini,” katanya.

Disebutkan juga, kondisi kekinian perpolitikan nasional terlihat adanya dis-integrasi bangsa yang bisa mengancam Ke-Bhinekaan. Kondisi ini cukup memprihatinkan dimana politik identitas dimunculkan untuk kepentingan politik tertentu.

“Jadi di acara ini selain kita berkumpul untuk reunian saling melepas rindu dengan teman-teman yang sudah lama terpisah, juga kita isi dengan diskusi santai bersama aktifis pro demokrasi yang mengambil tema ‘Mengawal Demokrasi dan Kebhinekaan’,” sebutnya.

Diacara diskusi ini, lanjut Hasan, sebagai pemantik diskusinya hadir Dita Indah Sari yang saat ini merupakan Wakil Ketua DPP PKB serta juru bicara Menakertrans dan juga caleg PKB untuk DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1, DR Aswan Jaya yang kini Ketua PPP Sumut, Dedi A Handoko seorang lauyer dan saat ini juga duduk sebagai Dewan Pakar Otorita Danau Toba, Kamaluddin Pane , lauyer dan juga caleg Demokrat untuk DPRD Sumut untuk daerah pemilihan Binjai – Langkat, dan Asrul Anwar, aktifis sosial dan eks Ketua PPP Binjai.

“Direncanakan pada acara ini juga akan hadir Wakil Gubernur Sumut terpilih, Bapak Musa Rajekshah, sebagai undangan,” jelas Hasan menutup keterangannya. (Jol/Rel)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI