ROV Tersangkut di Dasar Danau Saat Lakukan Perekaman Bangkai KM Sinar Bangun

| Sabtu, 30 Juni 2018 | 10.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Tampak sepeda motor di dasar Perairan Danau Toba, yang diduga milik korban KM Sinar Bangun. Foto : Screenshot
Mediaapakabar.com--Proses evakuasi jenazah dan barang-barang KM Sinar Bangun dari dasar Danau Toba tengah diupayakan, seiring terdeteksi oleh mesin Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

ROV merupakan sejenis kendaraan penyelam yang dikontrol menggunakan remote control jarak jauh, pada umumnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dasar laut yang dibuat Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dikutip dari IG resmi Pemkab Samosir, alat ini berhasil mendeteksi dan mengirimkan foto-foto dari dasar danau di kedalaman 450 meter, setelah melakukan pendataan didasar sebagai dasar operasi pencarian kapal.

Tetapi ketika alat mau ditarik ROV nyangkut di dasar danau seperti yang dilansir Pojoksumut.com.

Saat ini, masih dilakukan usaha untuk menarik alat tersebut sehingga nantinya data yang terekam dapat diolah dengan baik untuk tindakan selanjutnya

Sesuai dengan kesepakatan bahwa posko utama pencarian KM Sinar Bangun adalah di Tigaras dengan koordinasi Tim Basarnas.

Tim di posko Simanindo untuk hari ini (29/6/2018) sejak pukul 08.00 WIB sudah siap sedia dengan peralatan dan armada berupa KMP Sumut I, KMP Sumut II, Kapal Cepat BNPB Samosir, Kapal Polisi Air Samosir dan beberapa Kapal OPS serta disediakan alat pukat harimau.

Namun, untuk operasional semua armada menunggu perintah dari Basarnas di Pos Utama di Tigaras. Sampai pukul 16.30 WIB belum ada perintah dari Posko Utama masih fokus pengambilan alat ROV.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon berusaha menenangkan warga yang memadati Pelabuhan Simanindo setelah mendapat informasi mengenai penemuan kapal. Mereka berharap evakuasi segera dilakukan.

Lewat pengeras suara, Rapidin Simbolon memberikan penjelasanbahwa pencarian masih terus berlanjut dan masih menunggu informasi dari Basarnas di Posko Utama Tigaras dikarenakan masih fokus untuk penarikan alat ROV dari dasar danau. Kepada keluarga Bupati memohon kesabarannya, karena tim akan terus melakukan usaha yang maksimal. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI