Rika Karina Tewas Mengenaskan Dibunuh Merupakan Orang Kepercayaan Bos Kosmetik

| Jumat, 08 Juni 2018 | 22.51 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Rika Karina. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com - Rika Karina yang dibunuh dengan cara sadis dan jasadnya dimasukkan ke dalam kardus dikenal sebagai sosok orang yang bisa dipercaya dalam mengelola usaha. Gadis berusia 21 tahun itu telah lima tahun menjalankan bisnis kosmetik milik seorang pengusaha di Plaza Millenium Medan, Sumatera Utara.

Tony, pengusaha pemilik toko kosmetik tempat Rika bekerja memberi kesaksian soal sosok Rika. Tony mengaku bahwa ia telah mempekerjakan Rika selama lima tahun berawal dari sales kosmetik.

Beberapa waktu kemudian, Tony kian mempercayai Rika untuk mengelola toko kosmetik itu. Sementara ia hanya sesekali mengontrol.

"Korban orangnya bisa dipercaya, Rika yang mengelola usaha itu. Saya hanya sekali-kali saja monitor, kalau ada masalah," kata Tony kepada wartawan, Jumat, 8 Juni 2018.

Melansir Kriminologi.id, Tony menjelaskan, dirinya tidak menyangka kejadian tersebut menimpa karyawannya.

Selama ini, Tony kurang begitu tahu apakah memang usaha yang dikelola korban tersebut merugi. Namun Tony mengakui kalau berencana menutup usaha tersebut pascalebaran.

Menurutnya, korban selama ini dikenal baik dan dipercaya, serta masih ada hubungan kerabat dengan Rika.

Bahkan Tony juga mengizinkan korban untuk menempati rumahnya di Komplek Malibu, Titipapan.

"Korban orangnya mandiri. Rika sendirian tinggal di rumah itu. Sepeda motor saya juga pinjamkan," kata Tony.

Pembunuhan yang dialami Rika berhasil terungkap. Tim gabungan Jatanras Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku berinisial HN (31) tak lama setelah penemuan jasad Rika.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat pemaparan kepada media pada Kamis, 7 Juni 2018 menyebut motif pembunuhan Rika karena pelaku kesal kosmetik pesanannya seharga Rp 4,7 juta tidak juga diantarkan korban.

"Pelaku, Selasa malam menghubungi korban dan meminta untuk menjelaskan mengapa barang kosmetik tidak juga diserahkan," ujar Dadang.

Dadang menjelaskan, keributan antara korban dan pelaku terjadi di rumahnya di Perum Ivory Medan Deli.

Merasa kesal setelah cek-cok mulut pelaku menganiaya korban dengan cara membenturkan kepala korban ke tembok rumahnya.

"Setelah itu, pelaku menikam leher korban dengan menggunakan pisau kecil bergagang hijau," jelasnya.

Dadang menambahkan, pelaku kemudian menyayat pergelangan tangan korban, sehingga korban meninggal dunia. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI