Video Polsek di Banten Diserang, Mobil Patroli Lalu Dibakar Massa

| Minggu, 13 Mei 2018 | 14.21 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Massa yang marah tampak mengamuk di halaman Polsek Bayah, Banten. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com - Puluhan jumlahnya, warga menyerang sampai merusak fasilitas di Polsek Bayah, Lebak, Banten, pada Sabtu (12/5/2018).

Video juga foto saat kejadian beredar luas di media sosial.

Akun Instagram @arif_mumtaz mengunggah salah satu video ketika warga merusak mobil patroli di halaman Polsek Bayah.


Diikuti pria berkaus putih yang memukul lampu dari bawah.
Kemudian, ada pria lain yang melempar plang besi ke arah kaca depan mobil patroli.
"Dagotkeu, dagorkeun (pukulin)," teriak pria di video.
Kamera kemudian diarahkan ke sisi lain halaman Polsek Bayah.
Sejumlah pria lain sedang berupaya untuk merobohkan tiang bendera merah putih.
Sempat ada teriakan warga lain untuk tidak melakukannya.
Meski demikian, belum diketahui jelas tiang bendera merah putih yang dipasang setengan tiang itu roboh atau tidak.


Melansir Tribunnews.com, Kapolda BantenBrigjen Pol Listyo Sigit Prabowo membenarkan kejadian tersebut.
"Ya, kejadian itu benar, tadi warga merusak mobil dan fasilitas kantor Polsek Bayah," ujar Listyo, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (12/5/2018).
Listyo mengungkap jika kejadian ini diduga akibat penangkapan kepada dua orang nelayan di kawasan pesisir.
Meski telah dicegah oleh masyarakat tatkala penangkapan itu, dua orang ini tetap dibawa oleh oknum yang mengaku polisi ini.
Warga, kata Listyo, mencari keberadaan dua temannya di Polsek Bayah. Namun lantaran tak menemukan kedua temannya, warga ini pun marah dan melakukan aksi perusakan.


Listyo menegaskan akan mengusut bila ada oknum yang melakukan pelanggaran.
"Kalau betul ada oknum anggota, akan kita usut kalau melakukan pelanggaran. Katanya tadinya marah karena saat penangkapan, ada konflik. Tapi masih simpang siur," ungkapnya.
Akibat insiden ini, kaca mobil patroli rusak akibat amuk massa. Selain itu, ada kaca kantor Polsek yang rusak. Warga juga membakar ban di area kantor Polsek.
Diduga Dipicu penangkapan Dua Nelayan
Listyo pun mengatakan kejadian ini diduga akibat adanya penangkapan kepada dua orang petani nelayan oleh oknum.
Ia masih menyelidiki apakah pelaku benar berasal dari anggota kepolisian atau tidak.
"Awalnya dipicu karena ada dua orang yang diamankan. Dua orang petani nelayan yang sedang bertransaksi benur sama pak Haji Anwar," ujar Listyo, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (12/5/2018).
Warga yang saat itu mengetahui pengamanan kedua temannya, berusaha menghalangi. Namun, pada akhirnya kedua orang ini tetap dibawa dan diamankan oleh oknum.
Listyo menyebut warga yang juga para petani nelayan itu marah dan mencari keberadaan kawannya di Polsek Bayah, Lebak, Banten.


"(Warga) Meminta untuk dua orang yang tadi diamankan itu ditunjukkan gitu. Namun kan memang tidak ada di Polsek. Nah mereka marah dan kemudian mereka merusak Polsek," ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengatakan tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, lanjutnya, kerusakan memang dialami oleh Polsek Bayah yang dilakukan para warga.
"Korban jiwa memang tidak ada. Cuma memang kerusakan-kerusakan di Polsek, seperti bangunan, kaca-kaca. Barang-barang yang ada di kantor diacak-acak," pungkasnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI