Suntikan Vaksin Kosong ke Pelajar SD Bikin Dokter di Medan Terancam Pidana

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 23 Januari 2022 - 06:36
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi suntik vaksin (Getty Images/iStockphoto/baona)

Mediaapakabar.com
Masyarakat dihebohkan dengan suntik vaksin kosong dokter kepada siswa SD di Kota Medan, Sumatera Utara. Peristiwa itu kemudian viral karena terekam kamera handphone.

Dalam video yang beredar nampak seorang siswa sedang disuntik vaksin. Namun suntikan yang dipegang oleh vaksinator itu terlihat kosong.


Narasi dalam video menyebut suntikan dilakukan di SD Dr Wahidin, Medan Labuhan, Medan. Semua anak disebut disuntik dengan vaksin kosong.


"Mohon dilaporkan dan diviralkan, orang yang sama, dan semua anak disuntik kosong oleh manusia ini. Jahat sekali," demikian narasi dalam video.


Polisi membenarkan peristiwa itu terjadi. Polisi kemudian langsung mendalami hal tersebut.


"Di wilayah Belawan, sedang kami dalami," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (21/1/2022).


Hadi menyebut sudah memeriksa beberapa orang saksi. Vaksinator dan orang tua siswa disebut juga diperiksa terkait hal itu.


Kegiatan Vaksinasi Bukan Program Pemko Medan


Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufiq menyebut video viral soal vaksin diduga kosong yang disuntikkan kepada murid SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, bukan program yang dilakukan Pemko Medan.


Taufiq menyebutkan vaksinasi di SD tersebut merupakan gawean Polsek Medan Labuhan dengan tenaga kesehatan dan vaksinator yang mereka undang sendiri.


"Iya, soal vaksinasi yang diduga kosong itu terjadi di SD Wahidin yang dilaksanakan Polsek Medan Labuhan di bawah Polres Belawan. Kabarnya sekarang sedang mereka telusuri dan penyelidikan," kata Taufiq dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).


Bahkan, kata Taufiq, nakes yang bertugas sebagai vaksinator juga bukan dari Dinkes Medan.


"Nakes mereka sendiri yang undang. Saya cek bukan dari puskesmas kita atau fasilitas kesehatan punya pemerintah," lanjut Taufiq.


Taufiq juga mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution terkait hal ini. Dia mengatakan peristiwa itu menjadi atensi Bobby untuk benar-benar diusut.


Identitas Pelaku Vaksinator Kosong Terungkap


Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah mengantongi identitas vaksinator tersebut. Pelakunya sudah diketahui dan diproses.


"Dia sudah ketahuan orangnya," kata Budi saat ditemui di sela peninjauan vaksinasi jimpitan plus di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (21/1).


Budi tak habis pikir terhadap perbuatan vaksinator tersebut. Padahal vaksinasi merupakan elemen penting menyudahi pandemi COVID-19 ini.


"Duh, aku bilang ini kan vaksinasi, kita kerja bukan hanya untuk diri kita, tapi urusannya kemanusiaan. Ya harus ngerti-lah suatu saat kita akan mati, nanti ditanya sama Yang di Atas pertanggungjawabannya gimana," ucapnya dikutip dari detikcom, pada Minggu, 23 Januari 2022.


Ia memastikan akan menindak vaksinator tersebut sesuai aturan berlaku. Ia mewanti-wanti vaksinator lainnya tak berbuat serupa.


"Saya bilang yang itu sih harusnya nanti kita proses secara resmi. Tapi itu juga imbauan buat teman-teman yang lain, tolong jangan begitu, deh," ujarnya.


Gubsu Edy Geram Siswa SD Disuntik Vaksin Kosong


Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi merasa geraman dengan peristiwa anak SD di Medan disuntik vaksin kosong. Edy meminta agar pelaku yang melakukan itu dihukum.

"Kita hukum, tak boleh itu," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Jumat (21/1).


Edy mengatakan suntikan vaksin kosong itu menyakiti orang. Dia meminta agar pelaku yang menyuntikkan vaksin itu segera dicari.


"Nanti akan kita cari itu. Mencederai orang itu," tuturnya.


Pelaku Suntik Vaksin Kosong Terancam Pidana


Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan ancaman sanksi yang bisa diberikan kepada dokter G, pelaku yang menyuntikkan vaksin kosong kepada siswa SD di Medan. Panca mengatakan G bisa dikenai sanksi pidana.


"Tadi saya sudah bicara dengan teman-teman IDI, selain kode etik profesi, pertanggungjawaban seorang dokter juga dimungkinkan menerapkan perkara pidananya," kata Panca di Mapolda Sumut, Jumat (21/1/2022) malam.


Panca mengatakan proses pidana kepada dokter itu sedang dilakukan oleh Polres Belawan. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini.


"Yang jelas, dokter yang bersangkutan dan perawatnya yang menyiapkan suntik vaksin itu dalam proses di Polres Belawan," tuturnya.


Dari hasil pemeriksaan, Panca menyebut dokter G memang menyuntik kosong siswa SD. Hal itu dilihat dari ukuran kepala suntikan.


"Yang jelas, dari hasil pemeriksaan terhadap dokter dan berdasarkan masukan dan keterangan dari IDI, bahwa diduga penyuntikan itu tidak ada vaksin," pungkasnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini