-->
    |
Follow Us :

Kemendikbud Siapkan Kurikulum Masa Pandemi

Kali Dibaca




Foto searah jarum jam) Jurnalis Sindonews.com Yanto Kusdiantono memandu we binar Fokus SINDO bertajuk MenyongsongPendidikan Fase New Normal: Covid-19, Aka nkah Mengubah Kur i ku lum Pendidikan? yang menghadirkan narasumber Ketua KomisiPerlindungan Anak
Mediaapakabar.com-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19. Pada kurikulum tersebut dibuat penyederhanaan mengenai kompetensi dasar, disiapkan pula modul pembelajaran dan materi video agar siswa bisa belajar mandiri.

Kurikulum ala masa pandemi ini disusun berdasarkan rekomendasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dengan kurikulum darurat ini diharapkan proses belajar mengajar tetap berjalan baik, meski penuh keterbatasan akibat adanya pandemi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, ada dua hal yang sedang disiapkan pada kurikulum tersebut. Pertama, penyesuaian kompetensi dasar (KD). Ini dilakukan agar guru tidak terlalu berat dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.

“Jadi, semisal siswa SD kelas 3 itu kan ada sekitar 26 KD, sekarang sudah kami integrasikan. Kami pilih yang paling esensial nanti akan menjadi sekitar 16 KD,” katanya pada webinar Fokus SINDO bertajuk ”Menyongsong Pendidikan Fase New Normal: Covid-19. Akankah Mengubah Kurikulum Pendidikan?” yang disiarkan langsung melalui Youtube SINDOnews kemarin.

Diskusi online ini juga menghadirkan Ketua Komisi X DPR Saiful Huda dan Ketua KPAI Susanto sebagai narasumber.

Hamid menjelaskan, persiapan kedua adalah modul-modul pembelajaran yang bisa dipakai siswa untuk belajar secara mandiri. Menurut Hamid, modul ini tidak sama isinya dengan buku pelajaran siswa. Modul tampak lebih ringkas, namun tetap berisi pembelajaran siswa yang efektif digunakan selama belajar mandiri.

Selain modul, Kemendikbud juga akan menyiapkan materi-materi video pembelajaran berisi praktik-praktik baik yang sudah dilakukan oleh guru-guru. Hamid menuturkan, kemungkinan dalam pekan pertama Juli bahan kurikulum adaptif dan modul pembelajarannya sudah akan tersedia.

Hamid menerangkan, selama tiga bulan terakhir ini Kemendikbud memang menyerahkan penyesuaian kurikulum ini kepada guru dengan mengacu pada konsep Merdeka Belajar. Merdeka Belajar inilah yang memberi ruang kepada guru dan kepala sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan mengidentifikasi materi-materi esensial yang ada di dalam kompetensi dasar di setiap tingkatan sekolah. “Namun, setelah kami evaluasi ini tampaknya hanya 20% sekolah kita, guru kita, yang melakukan adaptasi kurikulum,” tuturnya.

Hamid berpesan kepada kepala sekolah dan para guru untuk menyiapkan rencana pembelajaran selama satu semester ke depan, mengingat sebagian besar daerah akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh baik dengan sistem dalam jaringan (daring) ataupun luar jaringan (luring). Sekolah juga diminta untuk menyiapkan mekanisme komunikasi dengan orang tua dan siswa dalam satu semester ke depan.

“Jadi, bagi sekolah yang sudah melakukan adaptasi kurikulum yang 20% itu silakan lanjut. Tetapi, kalau teman-teman yang masih belum siapkan apa pun, mungkin dalam pekan pertama Juli itu bahan kurikulum adaptif itu sudah akan tersedia berikut dengan modul-modul pembelajarannya,” kata Hamid saat memberikan tanggapan penutup


Sumber :Sindonews.com
Komentar

Berita Terkini