|

Saat Ibu Negara Dengar Jeritan Hati dan Harapan Anak Indonesia

Kali Dibaca





"Saya ingin pulang dan ketemu ibu saya yang sedang sakit bu"

Mediaapakabar.com-"Apa nak yang ingin   disampaikan kepada ibu", demikian Ibu Negara  Hj. Iriana Joko Widodo didampingi ibu Wakil Presiden Hj. Wury Ma'ruf Amin, Ibu Menteri Sosial dan Ibu-ibu OASE Indonesia Maju saat berdialog dari hati ke hati kepada 12 anak mewakili korban pelanggaran hak anak dari berbagai masalah sosial di  Indonesia.

Dialog dari hati ke hati seorang ibu kepada anaknya  yang difasilitasi Kemensos ini di pandu Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak bersama Direktorat Jenderal dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak terasa menyejukkan.

Ibu Negara dengan kepeduliannya berkesempatan berbincang dengan anak korban Prostitusi Online Anak Kalibata City Maall, anak korban perbudakan Seksual (sexual bonded) Rawa Bebek, Jakarta Utara yang berhasil dibongkar Polda Metro Jaya beberapa bulan lalu, anak korban trafficking untuk tujuan seksual komersial, serta anak korban kekerasan seksual dari orang terdekat hingga hamil yang saat ini sedang mendapat dampingan hukum, layanan medis, trauma psikologis dan rehabilitasi dan pemulihan sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Jakarta.

"Saya mau pulang ibu, saya kangen ibu saya yang sedang sakit di Bogor", ibu tidak tau saya ada disini", demikian pinta seorang anak korban perbudakan seksual dari Rawa Bebek." Saya juga ingin pulang bu. "saya ingin kerja dan berjualan kalau sudah ada modal, tolong dibantu ya bu," demikian disampaikan salah seorang anak temasuk anak  korban trafficking untuk tujuan seksual komersial  dan korban kekerasan seksual.

Mendengar permintaan itu, Ibu negara nampak berbisik dengan ibu Menteri Sosial dan dibantu Direktur Rehailitasi Sosial untuk menjelaskan program-program dan kegiatan yang sedang berlangsung di Rumah Sosial Perlindungan Anak untuk tujuan reintegrasi Sosial Anak.

Dalam kesempatan itu juga  Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sitait turut menjelaskan keterlibatan para pegiat-pegiat perlindungan anak dan peran serta pekerja sosial (peksos) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten sebagai mitra Kemensos RI dalam memberikan layanan pendampingan dan  perlindungan Anak. Dialog anak ini berakhir dengan mendengarkan ibu Negara dan ibu Wakil Presiden menyampaikan pesan-pesan moral, layanan sosial serta perhatian pemerintah melalui kegiatan dan layanan Kemensos RI.

Acara berbagi dan dialog dengan ibu Negara bersama istri-istri Menteri  OASE Indonesia Maju yang difasilitasi BRSAPK Handayani Bambu Apus  Kemensos mengadirkan lebih kurang 500 anak  korban  dari berbagai bentuk dan jenis pelanggaran hak anak.

Ibu Negara dan ibu Wakil Presiden bersama Menteri Sosial berkesempatan mendengarkan berbagai harapan anak-anak Indonesia yang disuarakan dan disampaikan dua anak mewakili anak di Indonesia baik dalam betuk visual dan penyampaian harapan langsung.

Penyampaian harapan anak Indonesia itu di pandu oleh Arist Merdeka Sirait dan diakhiri  oleh ibu Negara dan  ibu Wakil Presiden dengan membuka selubung hararapan Anak Indonesia. Tepuk tangan pun menggema diruangan bermain anak tersebut.

Acara dialog dan bermain ini diakhiri dengan dialog anak dan pemberian hadiah berupa buku dan sepeda oleh Ibu Negara dan ibu Wakil Ptesiden serta nyanyi bersama dengan Istri-istri Menteri OASE Indonesia Maju.

Dialog penuh makna dan ceria itu, pada kesempatan itu  acara ini  di pandu oleh Seto Mulyadi.

Ditempat terpisah, selepas memandu dialog dengan anak perwakilan korban,  Arist Merdeka Sirait menyampaikan apresiasi kepada ibu Menteri Sosial, Dirjen dan Direktur Rehabilitasi Sosial  yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak korban berdialog langsung dengan ibu Negara dan Ibu Wakil Presiden RI. "Kesempatan inilah yang ditunggu-tunggu anak khusus korban pelanggaran Hak Anak", demikianlah Arist mengapresiasi ibu Negara dan jajaran OASE Indonesia Maju yang disampaikannya kepada sejumlah media.(dn)

Komentar

Berita Terkini