|
Follow Us :

BI Wilayah Sumut Sosialisasikan QRIS pada ASN dan Pengurus Rumah Ibadah

Kali Dibaca
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat pada saat melakukan percobaan QRIS kepada peserta sosialisasi QRIS yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut dengan peserta yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pengurus Rumah Ibadah di Kantor Bappeda Gd. Binagraha Lt.2 Medan
Mediaapakabar.com-Perkembangan ekonomi di Sumatera Utara (Sumut) sangat berkembang pesat di tahun 2019  yang mencapai 5,22 persen dan berada di atas pertumbuhan nasional yang 5,02 persen. Walaupun tantangan begitu berat di 2020 ini, perkembangan ekonomi Sumut ditargetkan tumbuh sebesar 5,3 persen. Maka semua pihak harus mendorong agar siap menghadapi tantangan kedepannya.

"Untuk mendukung ini tentunya perlu upaya dan kebijakan yang tepat sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi yang sangat pesat nyatanya dapat mendorong perekonomian suatu wilayah dan mempermudah manusia dalam aktivitasnya.

Salah satunya kegiatan sosialisasi Quick Response Indonesia Standart (QRIS) sebagai pembayaran berbasis digital," jelas Asisten Perekonomian Pembangunan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Arief Sudarto Trinugroho pada peserta sosialisasi QRIS yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut dengan peserta yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pengurus Rumah Ibadah di Kantor Bappeda Gd. Binagraha Lt.2 Medan, Jumat (13/3/2020) siang.

Dikatakannya, dalam 10 tahun kedepan Sumut akan memiliki bonus demografi dimana akan banyak sekali penduduk generasi milenial yang memasuki usia produktif serta berpotensi mendorong perekonomian Sumut. "Generasi yang melek teknologi ini harus di dorong dengan kemudahan dalam bertransaksi.

Generasi milenial ini yang cenderung konsumtif dapat dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian dengan memberikan pelayanan pembayaran yang aman, murah dan mudah. Hal ini dijawab Bank Indonesia (BI) yang mensosialisasikan kebijakan baru penggunaan barcode QRIS dalam bertransaksi non tunai," kata Arief.

Arief berharap dengan sosialisasi ini tingkat konsumsi masyarakat meningkat dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumut. "Jadi meski sudah banyak dompet elektronik tapi dengan QRIS ada standarnya Indonesia. Diharapkan membantu sektor-sektor ekonomi kecil dan menengah untuk terus berkembang," ungkapnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, QRIS adalah salah satu alat pembayaran satu-satunya yang tidak perlu lagi menggunakan banyak bercode dalam pembayaran dompet elektronik. Cukup dengan QRIS bisa bertransaksi dengan semua aplikasi yang dimiliki di masa sekarang. Salah satu keunggulan dari keris adalah baik bagi bank maupun non bank telah saling terhubung.

"Hari ini kita sosilisialisasikan selain bisa untuk pembayaran juga dapat digunakan untuk menerima sumbangan keagamaan dan sosial. Contohnya bila di masjid mau infaq langsung scan aja dengan barcode QRIS atau mau beri sumbangan pada ke panti asuhan tinggal scan maka bantuan anda masuk ke rekening pihak masjid atau panti asuhan tadi. Atau mau menyumbang ke gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya," terang Wiwiek.

Selain memudahkan dalam bertransaksi, Wiwiek menambahkan keuntungan-keuntungan penggunaan QRIS ini adalah pendataan jumlah pelaku usaha kecil dan pelaku usaha menengah, tidak memikirkan uang kembalian dan terhindar dari uang palsu. "Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pelaku ekonomi itu bisa dicatat dengan baik," imbuhnya.(abi)

Komentar

Berita Terkini