|

Wasekjen Golkar Tepis Tudingan Kader Buat Kebijakan Pribadi

Kali Dibaca
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Golkar, Dave Akbarshah Laksono,(int)
Mediaapakabar.com-Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Golkar, Dave Akbarshah, Laksono, mempertanyakan partainya, tanpa meminta atau menerbitkan kebijakan untuk para kadernya, untuk menggunakan kebijakan politik, beli-beli suara (money politics) di Pemilu 2019 ini.

Hal yang disampaikannya 'nyanyian' tersangka kasus suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia Bowo Sidik Pagarso yang mengatakan politikus Golkar Nusron Wahid, perlu bantuan 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk 'serangan fajar "Dave mengumumkan Partai Golkar mengeluarkan keras untuk para kadernya untuk menggunakan strategi demi meraih simpati pemilih di Pemilu 2019. 

"Tidak ada permintaan atau kebijakan dari partai golkar untuk melakukan politik uang. Partai Golkar mendukung politik yang sehat, demikian juga kita dapat mencari elemen parpol, kader untuk melakukan money politic," kata Dave saat dihubungi ketika menerima dari CNNIndonesia.com Rabu (10/10 / 4/2019).

Lebih lanjut, Dave setujui Bowo Sidik hanya meminta klaim yang memiliki dasar dan bukti yang kuat. Terlebih lagi, kata dia, Nusron Wahid sendiri telah membantah dirinya tak terlibat dalam polemik serangan fajar tersebut.

Oleh karena itu, Dave meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat meminta profesional untuk mengusir kasus Bowo tersebut.

"Hal itu sudah dibantah langsung oleh Nusron maka itu benar. Makanya aku minta KPK harus profesional untuk mengusir semua steatment yang disetujui dan dikaji oleh fakta kebenaran yang ada."

Lebih lanjut, putra dari politikus senior Golkar, Agung Laksono menyatakan pihaknya masih mengkaji tentang adanya indikasi pencemaran nama baik partai yang dilakukan oleh Bowo. 
Ia pun mengumumkan tidak menutup dikeluarkan untuk Golkar meminta Bowo jika ditemukan yang membuktikan pencemaran nama baik partai dikemudian hari.

"Takutnya jika dia melakukan yang merusak nama partai kita bisa melakukan penuntutan pastinya. Tapi itu masih nanti, kita masih menunggu dulu, kita masih menunggu dulu hasil dari penyidikannya seperti apa, jadi ini baru doang."

Dave mengakui Partai Golkar di Pemilu 2019 ini tanpa ragu dengan adanya korupsi yang membelit Bowo di KPK. Ia menyatakan bahwa Golkar berhasil mengatasi tantangan yang lebih berat di masa lalu.

"Ini hanya ya kerikil-kerikil kecil lah, ombak-ombak kecil untuk Golkar. Kita harus memperbaiki hal yang lebih berat dan lebih sulit, ini enggak akan membutuhkan [di Pemilu]. Kita senang di Pileg ini." (dani) 

Komentar

Berita Terkini