|

Seorang Debt Collector Tewas Diamuk Massa Usai Tepergok Rampas Kendaraan Nasabah

Kali Dibaca
Massa amuk seorang debt collector di Agam, Sumbar, Sabtu, 30 Maret 2019. Foto:Viva.co.id
Mediaapakabar.com - Seorang debt collector bernama Muslim (52 tahun) tewas diamuk massa di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu siang, 30 Maret 2019.

Muslim tewas lantaran mengalami luka cukup serius akibat terkena lemparan batu dari ratusan orang yang merasa geram karena dia mengambil dan melarikan secara paksa kendaraan roda empat jenis Pick Up L 300 milik seorang nasabah sebuah perusahaan leasing.

Sebelum tewas, Muslim bersama dengan lima rekannya, menarik paksa, bahkan sempat melarikan kendaraan milik nasabah bernama Cen, seorang warga Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Cen dianggap menunggak pembayaran angsuran kredit.

Melansir Viva.co.id, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Agam, Iptu Muhammad Reza, menuturkan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB, ketika Muslim bersama dengan lima rekannya datang dengan maksud menarik mobil milik nasabah tersebut.

Pada saat kejadian, kendaraan nasabah itu dikemudikan oleh seorang sopir bernama Egi.

Setelah berhasil merampas paksa dari tangan Egi, Muslim bersama dengan rekannya yakni Dafrizal, selanjutnya melarikan kendaraan tersebut ke arah Lubuk Basung. Sementara empat rekan lainnya, kabur dengan mengendarai mobil jenis Suzuki Karimun.

Masyarakat Palembayan yang melihat aksi keenam debt collector tersebut tak tinggal diam, dan berusaha mengejar para pelaku. Kondisi kian memanas setelah kendaraan yang dikemudikan pelaku (L 300) menabrak satu unit sepeda motor dan terus melaju kencang ke arah Maninjau.

Melihat hal tersebut, masyarakat Lubuk Basung bersama dengan masyarakat Maninjau kompak mengejar serta melempari mobil itu dengan batu.

"Sesampai di daerah Siguhung Lubuk Basung saat terjadi kejar-kejaran, mobil L 300 itu menabrak sepeda motor dan terus melaju ke arah Maninjau. Selain mengejar, massa juga melempari kendaraan itu dengan batu," kata Iptu Muhammad Reza melalui sambungan ponsel, Sabtu malam, 30 Maret 2019.

Sampai di Simpang Empat Pasar Maninjau, kata Muhammad Reza, pelaku terkepung oleh para pengejar dan masyarakat setempat. Jumlah massa sekitar sekira 500 orang. Mereka sempat menerobos ke dalam kantor Koramil Maninjau, namun jalan buntu. Muslim posisinya sebagai penumpang waktu itu.

Lebih lanjut, Muhammad Reza mengatakan saat terpojok itulah kemudian pelaku dan kendaraan yang dilarikan dapat diamankan. Pelaku atas nama Muslim yang mengalami luka cukup serius, lantaran terkena lemparan batu, segera dilarikan ke RSUD Lubuk Basung. Sementara, lima pelaku lainnya berhasil diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku atas nama Muslim meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit RSUD Lubuk Basung. Pada saat pelaku melarikan diri, dikejar masyarakat. Anggota gabungan Polres Agam dan Polsek juga melakukan upaya razia di Simpang Empat Pasar Maninjau untuk menghentikan para pelaku," tutur Muhammad Reza. (AS)
Komentar

Berita Terkini