Potret via Satelit Terbaru Foto Anak Gunung Krakatau Ambruk dan Membentuk Teluk Kecil

| Kamis, 03 Januari 2019 | 16.23 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Foto satelit Dove menampilkan wujud Gunung Anak Krakatau pada 17 Desember, sebelum bencana tsunami menerjang. Foto: BBC
Mediaapakabar.com - Wujud terbaru Gunung Anak Krakatau yang memicu gelombang tsunami pada 22 Desember lalu terungkap berkat foto-foto satelit.

Hal ini merupakan terobosan mengingat kondisi cuaca buruk di Selat Sunda tidak memungkinkan awak pesawat yang melintasi kawasan itu untuk melihat gunung tersebut secara jelas.
Melansir BBCIndonesia, rangkaian foto satelit itu sendiri didapat sebuah perusahaan swasta spesialis observasi Bumi bernama Planet Labs Inc.
Melalui satelit Dove dan SkySat yang mereka luncurkan, perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, tersebut dapat menyoroti Gunung Anak Krakatau.
Dari foto-foto ini, kawah di puncak gunung yang asalnya setinggi 338 meter tersebut tampak telah ambruk dan membentuk teluk kecil.
Anak Krakatau
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tinggi kerucut Anak Krakatau kini hanya tersisa 110 meter.
Selain tinggi yang tergerus, volume gunung berapi itu juga menyusut. PVMBG menyebut sekitar 150-170 juta meter kubik hilang akibat longsor dan menyisakan volume gunung sebanyak 40-70 juta meter kubik.
Sebagian besar massa yang ambruk itu diperkirakan longsor ke laut.
Hal itu bisa menjelaskan pergerakan air laut dan munculnya gelombang tinggi hingga lima meter yang menerjang pesisir Selat Sunda di Pulau Jawa dan Sumatera.
Anak Krakatau
Planet Labs Inc mengoperasikan salah satu jaringan satelit terbesar dunia.
Strategi mereka dalam memotret Gunung Anak Krakatau ialah memanfaatkan peluang sebesar-besarnya ketika kumpulan awan menyingkir dari atas gunung.
Satelit Dove yang mereka miliki menangkap rincian daratan hingga lebih dari tiga meter —atau yang disebut resolusi menengah.
Adapun satelit SkySat berkemampuan resolusi tinggi, dengan menangkap rincian daratan lebih besar dari 72 sentimeter.
penyebab tsunami
Hasil pengamatan SkySat terhadap Gunung Anak Krakatau pada 1 Januari 2019 dapat Anda saksikan pada foto teratas di artikel ini.
Rangkaian foto satelit pertama terhadap Gunung Anak Krakatau diabadikan satelit radar sesaat setelah bencana tsunami terjadi sehingga memberikan petunjuk bahwa puncak gunung telah longsor.
Instrumen radar memang bisa menembus awan, namun hasil pemotretannya sangat berbeda dibanding satelit optik dan perlu kemampuan untuk memaknainya.
Peta Krakatau Tsunami
Hingga saat ini bencana tsunami di pesisir sekitar Selat Sunda diperkirakan telah menewaskan 430 orang. Ribuan lainnya masih mengungsi.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI