|

Meski Minat Beli Menurun, Pernak-Pernik Imlek Tetap Diburu

Kali Dibaca
Gambar ilustrasi Toko penjual pernak pernik untuk perayaan Imlek.Doc:apakabar
Mediaapakabar.com-Menjelang Perayaan Imlek 5 Februari 2019 mendatang, masyarakat Tionghoa mulai memburu pernak pernik untuk Imlek di sejumlah lokasi Kota Medan.

Pantauan wartawan mediaapakabar.com di Toko Acai Jaya, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, tampak sejumlah pembeli memilih perhiasan dan aksesoris untuk perayaan Imlek pada Minggu (27/1/2019),

Salah satu  pembeli, Irwan menuturkan, dirinya diminta bosnya untuk membeli perhiasan Pohon Yan Pao (uang), untuk menghiasi ruang tamu rumah bosnya.

"Selain Pohon Yan Pao, juga mau beli Patung Chai Sen (Dewa Rezeki), katanya agar di tahun Babi ini, rezeki bertambah," sebut warga yang tinggal di Titikuning ini.

Di Toko Acai Jaya ini, memang terlihat banyak pernak pernik perhiasan Imlek yang dipajangkan oleh pemilik toko. Terdiri dari Kertas Angpao, Lampion yang terbuat plastik, kain dan akrilik, kemudian Bunga Sakura elektrik dan yang dirangkai oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Pohon Nenas Elektrik, Pohon Yan Pao, Pohon Jeruk, Patung Chai Sen dan sebagainya.

Menurut Aliansyah S.SHU, tahun ini omset penjualan pernak pernik Imlek di tokonya sama seperti tahun lalu. Karena menurutnya, warga yang merayakan Imlek tahun ini masih menggunakan perhiasan lama.

"Faktor ekonomi dan tahun politik menurut saya cukup mempengaruhi minat beli warga pada tahun ini. Tapi dari seluruh moment penjualan seperti Lebaran, 17 Agustus, Natal dan Imlek, yang tinggi itu penjualan pernak pernik Natal," sebut Aliansyah atau biasa dipanggil Acai ini.

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kota Medan ini, memprediksi, penjualan akan meningkat menjelang 3 atau 4 hari perayaan Imlek, atau pada hari Sabtu dan Minggu. (abi)
Komentar

Berita Terkini