Potongan Bangkai Pesawat MH 370 yang Hilang di Samudera Hindia Kembali Ditemukan

| Kamis, 29 November 2018 | 09.08 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Keluarga korban hilangnya pesawat MH370 menemukan pecahan puing yang mereka yakini berasal dari MH370 yang hilang pada 2014. Temuan itu rencananya akan diserahkan ke pemerintah Malaysia pekan ini. Sumber: REUTERS
Mediaapakabar.com - Kelompok keluarga korban hilangnya pesawat MH370 menemukan pecahan puing yang mereka yakini berasal dari MH370 yang hilang pada 2014. Temuan itu rencananya akan diserahkan ke pemerintah Malaysia pekan ini.

Dikutip dari Reuters, Kamis, 29 November 2018, total ada sekitar 27 pecahan bangkai pesawat telah dikumpulkan dari berbagai tempat di dunia, namun hanya tiga serpihan sayap pesawat yang tersapu sampai ke Samudera Hindia.

Otoritas berwenang belum mengkonfirmasi apakah sayap itu berasal dari MH370.

Keluarga korban jatuhnya pesawat MH370 rencananya akan menemui Menteri Transportasi Malaysia pada Jumat, 30 November 2018 untuk menyerahkan temuan baru itu.

Calvin Shim, yang istrinya menjadi korban dalam hilangnya MH370, mengatakan kelompok keluarga korban hilangnya MH370 juga berencana menyerahkan lima pecahan bangkai pesawat yang ditemukan di Madagaskar sebelumnya.

Pada Mei 2018, Malaysia telah menghentikan upaya pencarian selama tiga bulan di wilayah selatan Samudera Hindia yang dilakukan oleh Ocean Infinity, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat.

Pencarian itu berakhir tanpa temuan yang signifikan. Pencarian itu adalah yang terbesar kedua setelah Australia, Cina dan Malaysia menggelontorkan dana Rp 2,8 triliun untuk melakukan pencarian di area seluas 120,000 km per segi pada tahun lalu.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, sebelumnya pada Mei 2018 mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk melakukan pencarian jika ada jejak baru mengenai keberadaan MH370.

Tim penyidik internasional dan otoritas berwenang Malaysia sangat yakin MH370 melaju ribuan mil dari rute yang dijadwalkan sebelum akhirnya jatuh ke Samudra Hindia. Namun sampai November 2018, belum ada yang tahu penyebab jatuhnya burung besi tersebut. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI