Pentingnya Peningkatan Kualitas Ekonomi Perempuan

| Selasa, 13 November 2018 | 21.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Temu nasional Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di Medan, 13/11/2018,foto-apakabar/dani
Mediaapakabar.com-Temu nasional Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di Medan, 13/11/2018.

Pentingnya pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas dan akses ekonomi kaum perempuan sebagai bagian dari pemenuhan target sustainable develpment goals (SDGS) dilakukan pemerintah Indonesia.

Ketua Forum Komunikasi PUSPA Sumatera Utara, Misran Lubis, pada penutupan Temu Nasional yang dihadiri 400 peserta dari 33 provinsi. 

Menyampaikan soroton mengenai kualitas dan akses ekonomi perempuan tersebut didasarkan masih adanya berbagai kendala yang dihadapi kaum perempuan memperoleh akses permodalan maupun peningkatan kualitas usaha yang dilakukan perempuan terutama di desa.

Seluruh peserta temu nasional yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menyepakati enam point penting yaitu, pentingnya pemerintah daerah mendorong kemudahan untuk mendapatkan akses permodalan melalui rembuk desa dan alokasi dana desa serta memfasilitasi kemudahan pengakuan hak cipta dan proses pemasaran produk yang dihasilkan melalui regulasi.

“Kepada dunia usaha diharapkan untuk mengaktivasi usaha-usaha kuliner berbasis standard nasional Indonesia (SNI) serta adanya pelatihan usaha, bantuan teknologi dan pelatihan dalam program desa serta keterlibatan dunia usaha dalam mendorong CSR yang mudah diakses perempuan, khususnya perempuan kepala rumah tangga untuk meningkatkan kualitas hidup dari berbagai bidang khususnya ekonomi” ujar Misran didampigi panitia pelaksana, Lukman.

Mengenai perlindungan anak, Temu Nasional yang dibuka resmi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Gubernur Sumatera Utara kemaren (12/11).

Dengan tema “Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak” tersebut dihadiri utusan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, lembaga swadya masyarakat (LSM), pengusaha dan unsur media massa dari seluruh Indonesia.

Pentingnya pemerintah dan sektor swasta untuk melibatkan anak dalam perencanaan pembangunan di berbagai lini, sehingga anak bukan hanya menjadi objek pembangunan tapi sekaligus subjek sesuai tingkat kematangan mereka.  

“Partisipasi anak masih harus kita tingkatkan kuantitas dan kualitasnya, sehingga anak-anak kita mulai dari kota hingga ke seluruh desa memiliki peran langsung dalam pembangunan yang dilakukan disemua tingkatan” tegas Misran Lubis.

“Melalui forum inilah nantinya partisipasi anak digiatkan termasuk keterlibatan anak memfasilitasi kegiatan pendidikan non formal dan peningkatan kreatifits anak lainnya” pungkas Misran Lubis.(dani)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI