Lukisan Leonardo Da Vinci Senilai Rp 6,5 Triliun Milik Putra Mahkota Saudi Dilaporkan Hilang

| Minggu, 25 November 2018 | 08.46 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Add captionLukisan Salvator Mundi karya Leonardo Da Vinci.Foto: REUTERS
Mediaapakabar.com - Lukisan Leonardo Da Vinci yang dibeli Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, seharga Rp 6,5 triliun tahun lalu dilaporkan hilang.

Lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci belum terlihat di depan umum sejak disimpan oleh Louvre Abu Dhabi dari putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Kini para pengamat dan kurator seni semakin khawatir tentang keberadaan lukisan.

Profesor Martin Kemp, seorang ahli Leonardo Da Vinci yang membantu mengesahkan karyanya Salvator Mundi sepuluh tahun lalu, mengatakan seperti yang dilansir The Times, "'Tidak ada orang di luar kerajaan Arab tahu di mana lukisan itu."

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman. Reuters
Pada 2005, lukisan itu diperoleh kurang dari US$ 10.000 atau sekitar Rp 145 juta pada balai lelang di New Orleans oleh konsorsium dealer seni yang termasuk Robert Simon, seorang spesialis karya pelukis ternama Eropa.

Ketika ditanya di mana lukisan berusia 500 tahun itu kemungkinan berada, dia menjawab dengan nada khawatir, "Saya tidak tahu. Misteri lokasinya tentu saja mencemaskan."

Dianne Dwyer Modestini, seorang konservator lukisan para seniman terkenal dari sebelum dan pada abad kesembilan belas, yang menghabiskan ratusan jam untuk memulihkan Salvator Mundi, memohon kepada Louvre Abu Dhabi untuk mengkonfirmasi apakah lukisan itu berada di tangan yang baik.

Lukisan Salvator Mundi menggambarkan Yesus berjubah biru memegang bola kristal dan menatap langsung pada pemandang.

Harganya dua kali lipat dari rekor sebelumnya yang dimiliki oleh lukisan Pablo Picasso "Women of Algiers/Les Femmes D'Alger" yang dijual seharga US$ 179,4 juta atau Rp 2,6 triliun pada Mei 2015.

Salvator Mundi sempat hilang sampai pada tahun 2015 dibeli dengan potongan harga oleh dua kolektor yang memiliki firasat lukisan itu adalah karya Da Vinci.

Mereka meminta bantuan Dianne Dwyer Modestini dan suaminya yang mengembalikannya dan ditampilkan di The National Gallery Inggris pada tahun 2011.

Lukisan telah dikonfirmasi keasliannya dan pada 2013 konsorsium Robert Simon menjual lukisan itu kepada dealer Yves Bouvier, yang diklaim oleh miliarder Rusia Dmitry Rybolovlev bertindak sebagai agennya.

Rybolovlev akhirnya menjualnya kepada Putra Mahkota Saudi hanya beberapa hari sebelum dia mengumumkan pembukaan Louvre Abu Dhabi.

Salvator Mundi, yang berarti Juru Selamat Dunia, dipamerkan di depan umum pada 2011 dalam pembukaan The National Gallery di London, di mana karya itu dinyatakan sebagai lukisan Da Vinci yang pertama kali ditemukan dalam satu abad.

Ini adalah salah satu dari 20 lukisan yang secara umum dilukis oleh sang maestro, menurut balai lelang Christie.

Lukisan itu sempat dijual seharga 45 poundsterling atau Rp 838 ribu di Inggris pada 1958, karena dianggap salinan, kemudian hilang sampai muncul kembali di balai lelang daerah pada 2005.

Awalnya Lukisan hendak dipamerkan Louvre pada September tahun ini tetapi mereka mengumumkan penundaan, yang menimbulkan kecemasan para ahli seni. Sementara pihak Louvre menolak berkomentar terkait hal ini.

Simon, mantan pemilik Salvator Mundi, juga khawatir, dia mengatakan kepada The Times, "Saya prihatin dengan kondisinya".

"Saya yakin bahwa, di mana pun itu, ada orang-orang yang memahami bahwa itu adalah karya seni berusia 500 tahun, sangat rapuh dan bahwa mereka menyimpannya dalam museum."

Sejarah lukisan Salvator Mundi panjang dan rumit, dan kini keberadaan karya Leonardo Da Vinci tersebut menambah misteri yang menyelimutinya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI