Harga Anjlok, Petani Tembakau Sulit Jual Hasil Panen

| Selasa, 20 November 2018 | 20.07 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/rianto g 
Mediaapakabar.com-Sejumlah petani tembakau mengeluh akibat harga tembakau anjlok. Kondisi tersebut membuat para petani sulit untuk menjual hasil panen.

Keluhan itu disampaikan para petani tembakau di Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara, saat disambangi mediaapakabar.com, Selasa (20/11/2018).

" Harga jual tembakau semakin hari, semakin murah. Nilainya kian turun merosot tajam," ungkap Bakti Bangun. 

Ia mengatakan, apalagi, ditengah murahya harga tembakau, kami para petani mulai sulit menjual hasil panen dari ladang. 

Bangun menjelaskan, soal harga tersebut berubah beberapa pekan terakhir di Kabupaten Karo. Sehingga para petani tembakau mulai merasakan perubahan harga jual. 

" Para petani tembakau tidak mendapat untung dari hasil tanam hanya kembali biaya operasional. Boleh dikatakan kembali modal belum juga cara kerjanya yang begitu rumit untuk menjadikan aroma khas tembakau Batu Karang yang harum," kata Bakti.

Untuk itu, Bakti berharap mendapat perhatian dari pemerintah. Sebagai petani sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah, baik dibidang pemasaran maupun dibidang subsidi untuk modal menanam tembakau. 

"Rasa tembakau Desa Batukarang lebih harum dan nikmat rasanya," kata Bakti sembari menyebut tembakau yang paling bagus ditanam cuma di Desa Batu Karang meski ada tembakau di Kecamatan Tigan Derket dan Kecamatan Munte.  

Dari amatan di Pasar Tiga Binanga, saat ditanya kepada salah seorang pedagang terkait harga tembakau, seorang pedagang, membeli tembakau Rp90.000/Kg dari Pajak Singa. 

Kemudian mengecernya dengan harga Rp95.000/Kg. Bagi para pedagang, ada beberapa jenis tembakau; tembakau virginia terbilang super, yang beda dengan tembakau gayo dan gara. (rianto g)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI