Selangkah Lagi Polda Sumut Bisa Ungkap Pembunuhan Sadis Satu Keluarga Muhajir

| Senin, 15 Oktober 2018 | 17.56 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Muhajir semasa hidup saat foto bersama anaknya. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Polda Sumatera Utara, kini sudah mengantongi salah satu identitas pelaku sadis pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan bahwa saat ini, sudah mengantongi pelaku sadis tersebut.
"Saat ini, kita masih memburu pelaku pembunuh sadis satu keluarga di Deli Serdang, " kata Tatan di Polda Sumut, Senin (15/10/2018).
Tatan seperti yang dilaporkan Tribun Medan menambahkan, Polda Sumut saat ini sudah membentuk tiga tim khusus gabungan Polres Deli Serdang dan Krimsus Poldasu untuk mengejar para pelaku.
"Dua tim dari Poldasu dan 1 tim dari Polres Deli Serdang sudah kita sebar memburu para pelaku," jelas Tatan.
Dari hasil penyelidikan, motif penculikan dan pembunuhan manager PT Domas, Muhajir dan keluarganya diduga perampokan.
"Kita sudah mengantongi nama salah seorang pelaku dengan motif perampokan," ungkap Tatan.
Saat ini, polisi masih terus mencari tahu dimana keberadaan istri korban Muhajir.
Sebelumnya polisi sudah menemukan jasad anak Muhajir kemarin. Dan saat ini masih mencari keberadaan seorang lainnya.
Perlu diketahui, hilangnya Muhajir bersama istri dan putranya di ketahui pada Selasa (9/10/2018) lalu.
Jasad korban Muhajir, ditemukan disungai Blumei, Tanjung Morawa, pada Kamis (11/10/2018) lalu dalam kondisi tewas mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat.
Sebelumnya jasad Muhajir ditemukan tanpa identitas mengambang di aliran sungai Blumai, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang sempat menghebohkan warga.
Setelah diselidiki, ternyata jenazah pria dengan tangan dan kaki terikat itu adalah Muhajir (49) warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.
Dugaan sementara, korban ini tewas setelah dibunuh.
"Setelah dilihat oleh anaknya, jenazah yang mengapung ini adalah bapaknya (Muhajir).
Anaknya mengenali dari ciri-ciri tubuh dan pakaian," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Budiono Spautro, Kamis (11/10).
Menurut anak pertama Muhajir bernama Desi Rahmawati, ayahnya itu sudah hilang dari rumah sejak tiga hari lalu.
Muhajir hilang bersama istrinya Sumiati (49) dan anaknya M Solihin (12).
"Sekarang ini kan tubuh korban sudah memutih. Makanya kita tunggu saja hasil autopsinya.
Minimal bisa dipastikan lewat sidik jari," ungkap Budiono.
Sementara itu, warga di pinggiran sungai Blumai mengatakan, jasad Muhajir pertama kali ditemukan oleh saksi Faisal (29) dan Jaya (53).
Pagi itu, kedua saksi yang tengah beraktivitas di bantaran sungai melihat sesosok tubuh manusia mengambang sekitar pukul 09.00 WIB.
Setelah penemuan, kedua saksi melapor pada Kepala Dusun I, Hasbullah Hadi.
Ketika kabar penemuan mayat menyebar, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.
Sayangnya, semula warga mengaku tidak ada yang mengenali jasad tersebut.
Sebab, tidak ditemukan adanya tanda pengenal pada tubuh korban.
Ketika ditemukan, jenazah Muhajir masih mengenakan baju kaos putih dengan motif warna biru di bagian lengan.
Di kaus yang dikenakan Muhajir, terdapat tulisan " Desse".
Meski masih mengenakan kaus, celana Muhajir sudah tidak adalagi.
Ia hanya mengenakan celana dalam berwarna hitam.
Saat tubuhnya dievakuasi dari dalam sungai, terlihat tubuh Muhajir sudah memutih karena terlalu lama di dalam air.
Kedua tangan dan kakinya masih terikat tali nilon warna kuning.
Diperkirakan, korban sudah tewas tiga hari sebelumnya, sebagaimana keterangan anak korban yang mengatakan ayahnya hilang sejak tiga hari lalu.
Kapolsek Talun Kenas, AKP Hotman Samosir yang turun ke lokasi kejadian tampak mencermati jenazah korban.
Ia terlihat meminta sejumlah personel memintai keterangan saksi-saksi.
Namun, ketika dikonfirmasi, perwira berpangkat tiga balok emas di pundak ini mengaku masih melakukan penyelidikan.
Katanya, sementara waktu jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk dilakukan autopsi. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI