Pemprovsu Ajak Jepang Investasi Di Sumut

| Senin, 22 Oktober 2018 | 00.52 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dalam pertemuan dengan investor Jepang tergabung dalam ASEAN Nagoya Club di Hotel Mandarin, Jakarta pada Minggu (21/10/2018).foto-apakabar/joel
Mediaapakabar.com-Pemprov Sumut serius menjajaki kerjasama dengan Jepang. Terutama untuk investasi di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pengelolaan sampah.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dalam pertemuan dengan investor Jepang tergabung dalam ASEAN Nagoya Club di Hotel Mandarin, Jakarta pada Minggu (21/10/2018). 

.  "Perjalanan dari Sumatera Utara ke Jakarta ditempuh waktu 2 jam, pertemuan yang kami adakan di Jakarta ini berarti tanda keseriusan kami untuk bekerjasama dengan Jepang, menyelesaikan masalah  di Sumatera Utara," kata Wagub Musa Rajekshah.

Wagub Musa Rajekshah berharap pertemuan tersebut, tidak hanya berhenti di situ Tetapi ada pertemuan lanjutan dengan ASEAN Nagoya Club atau pihak Jepang. 

" Kami berharap pertemuan ini tidak sebatas hari ini, kami juga akan mengatur waktu berkunjung ke Jepang," kata Musa Rajekshah akrab disapa Ijeck.

Pemprov Sumut, kata Ijeck, akan mengatur jadwal kunjungan untuk berdiskusi dengan pihak lokal di Jepang dan melihat langsung hal yang bisa diaplikasikan di Sumut. 

"Kami juga akan membawa pemerintah kabupaten/kota yang berkaitan dengan yang dibahas pada pertemuan ini," katanya.

Pertemuan tersebut membahas sektor-sektor utama dan potensi Sumut seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, serta pembenahan sampah. 

" Hal ini sesuai dengan misi pembangunan Sumatera Utara saat ini yaitu masalah pertanian, ketenagakerjaan dan ekonomi yang bangkit dari desa ke kota," ujarnya.

Untuk itu, kata Ijeck, Pemprov Sumut membuka peluang investasi seluas-luasnya, baik untuk  perusahaan swasta maupun pemerintah Jepang. 

"Kami mengharapkan investasi ini dan kami akan membantu segala sesuatunya mengenai investasi di Sumatera Utara," katanya.

Sementara itu, Kepala Office Asean Nagoya Club Hisaya Matsuhita mengatakan ada beberapa sektor yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama. Seperti di bidang waste management atau pengelolaan sampah, Hisaya menganjurkan untuk bertemu dengan Pemerintah Kota Nagoya.

Menurutnya, persoalan sampah bisa diselesaikan dengan cara mendidik masyarakatnya. "Perlu ada perhatian tentang sampah, tidak hanya pemerintah, dan bagaimana masyarakat mencintai lingkungan," ujarnya.

Bidang lainnya, tambah Hisaya, saat ini Jepang sedang kekurangan tenaga kerja di bidang kesehatan seperti perawat. Populasi Jepang katanya, semakin menurun dari tahun ke tahun. Untuk itu, ia mengharapkan Pemprov Sumut bisa mengirim tenaga kerja yang handal.

“Kami akan menyambut kedatangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempelajari hal yang bisa diaplikasikan di Sumut dari Jepang. juga akan mempertemukan dengan pemerintah lokal serta perusahaan Jepang terkait,” ujarnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Hj R Sabrina, Walikota Tanjung Balai M Syahrial, Kepala Bapeda Provinsi Sumut Irman, serta anggota Asean Nagoya Club dan sejumlah perwakilan perusahaan investor Jepang.   (**/joel)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI