SPBU Sudah Tidak Menjual Solar Murni B20 Lagi Demi Hemat Devisa Negara

| Minggu, 02 September 2018 | 18.57 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Mulai besok 1 September 2019, SPBU tidak lagi menjual bahan bakan minya jenis solar murni. Yang ada hanya bahan bakan biodiesel atau B20 yang merupakan campuran solar 80 persen dan minyak kelapa sawi atau CPO 20 persen.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution saat bersama Menteri dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat peluncuran mandatori B20 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

“Jadi mulai besok tidak ada lagi B-0. Jangan sampai ada yang bilang kalau solarnya itu hasil impor lama. Saya enggak peduli pokoknya mulai besok campur,” tegas Darmin

Bahkan kata Darmin, jika Badan Usaha BBM (BU BBM) tidak melakukan pencampuran, dan Badan Usaha BBN tidak dapat memberikan suplai FAME (Fatty Acid Methyl Ester) ke BU BBM akan dikenakan denda sebesar Rp 6.000 per liter. Adapun produk B-0 nantinya hanya untuk Pertadex atau Diesel Premium.

“Ada yang mengatakan kejam benar dendanya segitu ya ini hari harus dilakukam biar tidak ada yang tidak pakai B20,” sebut Darmin.

Darmin Nasution mengingatkan B20 ini seperti sabun, sehingga pengguna B20 perlu mengganti filter sebelumnya memakainya.

“Cuma memang begitu B20 mau dipakai gantilah filter, bersihkan tangkinya, karena CPO sifatnya seperti sabun. Dia membersihkan tangki dan filter kalau kotor dia bersihkan kotorannya masuk ke mesinnya,” ujar Darmin seperti yang dilansir Poskotanews.

Lebih lanjut, Darmin mengatakan, dengan pemanfaatan B20 semua sektor maka banyak devisa yang bisa dihemat. Sebab, impor untuk minyak berkurang.

“Kita akan bisa menghemat devisa, kira-kira US$ 2-3 miliar sampai akhir tahun,” kata dia di lokasi, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Lalu, dengan kebijakan ini maka harga sawit akan meningkat karena dipakai untuk B20.

“Selain hemat solar, itu sekaligus mengurangi penumpukan stok, saya tadi sampaikan kita perkirakan harga bergerak naik,” tutupnya. (AS) 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI