Terungkap Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Ekpress Merupakan Anak Punk

| Sabtu, 04 Agustus 2018 | 08.59 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Sopir taksi ditemukan tewas dengan luka jeratan di leher. Foto: ist
Mediaapakabar.com - Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap sopir taksi Express yakni Bernhard Indrajaya (57) dilakukan anak punk atau pengangguran. Hal ini terungkap setelah polisi memeriksa saksi kunci.

"Dia (para pelaku) tidak punya uang untuk bayar taksi jadi cekcok akhirnya dianiaya. Pelaku anak punk atau pengangguran," ucap Kapolsek Cisoka, Kompol Ukha Subekti saat dikonfirmasi, Jumat, 3 Agustus 2018.

Ukha menjelaskan, saksi kunci itu merupakan seorang wanita. Sayangnya, saat disinggung mengenai sosok saksi kunci itu, Ukha enggan menjelaskan secara detail. 

Ia hanya menyebut wanita itu merupakan kenalan dari para pelaku beberapa tahun lalu.

Selain itu, Ukha mengatakan, wanita tersebut sempat didatangi dua pelaku dan dimintai untuk menjual mobil curian itu. 

Namun, wanita tersebut melihat ada sosok mayat di dalam mobil. Ia pun menolak menjual mobil dan mengusir kedua pelaku.

"Saksi ini diminta untuk cariin pembeli sama pelaku. Tapi saksi lihat kalau ada mayat, jadi dia nolak dengan alasan enggak mau terlibat," kata Ukha melansir Kriminologi.id.



Sebelumnya diberitakan, Bernhard Indrajaya (57), sopir taksi Express ditemukan tewas di pinggir jalan tepatnya di semak-semak areal persawahan dengan kondisi terlentang di Kampung Cirengit, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.

Jasad pria korban pembunuhan itu pertama kali ditemukan dua warga sekitar bernama Arisno (59) dan Wahir (42). Saat itu, leher korban ada luka bekas jeratan tali dan beberapa barangnya hilang. Polisi menduga ia merupakan korban pembunuhan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku perampokan disertai pembunuhan yang menimpa korban diduga berjumlah tiga orang. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku berpura-pura menjadi penumpang taksi. Dugaan tersebut muncul setelah polisi berkoordinasi dengan perusahaan taksi Express.

Perusahaan taksi berwarna putih itu menyebut sehari sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat membawa penumpang dari kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat menuju Tangerang, Banten. Pembunuhan terhadap korban dilakukan saat berada dalam perjalanan. Korban dijerat menggunakan tali sepatu. (AS)







Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI