Polisi Bubarkan Aliran Sesat Kerajaan 'Ubur-Ubur'

| Selasa, 14 Agustus 2018 | 16.16 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto:apakabar/Int
Mediaapakabar.com--Polresta Serang, Banten pada Senin (13/08/2018) menghentikan kegiatan komunitas Kerajaan Ubur-ubur yang diduga menganut aliran sesat. 

" Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kita akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI),” kata Kapolresta Serang Ajun Komisaris Besar Polisi Komarudin. Saat ini rumah yang dijadikan kerajaan itu masih dijaga pihak kepolisian bersama TNI.   

Kerajaan Ubur-ubur yang didirikan pasangan suami-Istri Rudi Chairul anwar dan Aisyah di Kota Serang menjadi sorotan masyarakat. Rudi dan Aisyah dinilai MUI Kota Serang sesat, karena mengajarkan ajaran-ajaran menyimpang.   

Aisyah yang mengaku utusan Ratu Kidul itu mendirikan kerajaan yang diberi nama kerajaan ubur-ubur berpusat di kediaman mereka di Sayabulu Tower, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang.  

Salah satu ajaran yang dianggap menyimpang adalah mengakui Nabi Muhammad berjenis kelamin wanita. Ketua RT Sayabulu Surya Miharda mengatakan kebanyakan pengikut kerajaan Ubur-ubur berasal dari luar Serang.   

Bahkan, kata dia, pengikutnya, tak sampai 10 orang.“ Pengikutnya berjumlah delapan orang. Memang pengikutnya bukan orang Serang. Tapi orangJawaTimur, Jawa Tengah,” kata Surya Miharda, ketua RT pada Selasa (14/08/2018).  

Surya mengaku kerap mendapat laporan dari warga tentang aktivitas di rumah Rudi dan Aisyah 
“Saya mendapatkan keluhan dari warga sini, terkait adanya aktivitas keagamaan dari sekelompok orang,” katanya 

Sementara warga mengatakan Rudi dan Aisyah bersama pengikutnya tidak pernah bersosialisasi dan salat berjamaah.  

“ Enggak nyambung diajak ngobrolnya. Baru dua tahun di sini, orang Sumedang kalau enggak salah. Setiap malam Jumat kumpul banyak orang,” kata Sarbini, warga itu..  

Setiap hari, kata Sarbini, Rudi bersama pengikutnya berkumpul hingga pukul 04.00 subuh.Namun, sebagian warga mengenal Rudi dan Aisyah sebagai paranormal.    

“ Itu yang punya rumah juga kalau ditanya kenapa enggak pernah ke musola, jawabannya enggak melihat (tuna netra), padahal banyak orang tuna netra yang salat,” ujarnya.    

Kerajaan tersebut juga memiliki struktur organisasi. Dalam sebuah papan terlihat bagan kerajaan ubur-ubur. Dalam bagan itu tertulis berbagai jabatan, mulai dari ketua penerima tamu kerajaan, Ketua Keluarga Kerajaan, Ketua pengembangan program kerajaan urusan ritual.   

Kemudian, Ketua pemberitaan dunia tentang hasil ritual, seksi keamanan, penasihat/sesepuh, urusan ide kreatif untuk kerajaan, seksi konsumsi/anggaran serta urusan pertamanan.  Sumber CNNIndonesia
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI