Medan Kerap Dilanda Banjir, Wali Kota Dzulmi Eldin Sebut Hanya Genangan

| Rabu, 01 Agustus 2018 | 08.28 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Dzulmi Eldin
Mediaapakabar.com - Banjir yang melanda Kota Medan sejak Minggu (29/7) sore membuat warga yang tinggal di Jalan Tinta, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah kelimpungan.
Apalagi, jika hujan deras turun seperti kemarin, banjir bisa mencapai 1,5 meter.
Kondisi ini sudah berlangsung selama 30 tahun, tapi tak ada solusi dari Pemerintah Kota Medan.
"Kalau cuaca mendung, sudah was-was lah kami. Apalagi kalau sudah banjir, enggak bisa tidur malam lagi," kata Ridwan Ayub (52), salah seorang warga, Senin (30/7).
Ketika hujan deras kemarin, banjir menggenangi rumahnya. Ia bersama keluarga terpaksa menguras rumah.
"Sudah seperti minum obat banjir ini. Tiap hari lah, kalau sudah hujan," katanya menyeka keringat.
Ridwan mengatakan, ia dan warga Jalan Tinta berharap Pemerintah Kota Medan segera turun tangan.
Jika kondisi ini dibiarkan, tentu warga di Jalan Tinta sangat tersiksa. Sebab, mereka sama sekali tidak tahu harus mengungsi kemana jika air masuk ke rumah.
"Gemetaran kami terendam air. Tolong lah Pemko Medan ini jalankan tugasnya," ungkap Ridwan.
Sementara itu, warga di Jalan Gatot Subroto, R Wasi juga mengeluhkan hal serupa.
Katanya, jika hujan deras, air masuk ke dalam rumah. Padahal, sambung Wasi, rumahnya cukup tinggi.
Beberapa kawasan masih terlihat banjir, akibat hujan deras yang melanda Kota Medan pada Minggu (8/7/2018) malam
Beberapa kawasan masih terlihat banjir, akibat hujan deras yang melanda Kota Medan pada Minggu (8/7/2018) malam

"Subuh jelang pagi baru surut. Ini masuk semua ke rumah, padahal dalam rumah tinggi," ucap pria yang memilki warung ini.
Berdasarkan pantauan, banjir juga melanda Jalan Jawa, Medan Timur persisnya di depan Mall Centre Point.
Kemudian, banjir juga melanda Jalan Sei Batang Hari, Jalan Kapten Muslim, Jalan Budi Luhur, Jalan Ayahanda, Jalan Titi Papan dan Jalan KH Wahid Hasyim.
Menanggapi masalah banjir ini, Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin justru menyebut air yang begitu tinggi di sejumlah kawasan hanyalah genangan seperti yang dikutip dari Tribun Medan.
Ia mengatakan, dirinya sempat turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni serta Camat Medan Petisah Parlindungan usai banjir.
"Tadi malam, saya muter keliling, memang genangan itu semua. Kalau intens hujannya, deras sekali ya kita lihat memang banjir.
Bukan banjir, tapi menggenang dia. Setelah berhenti hujan, airnya surut, " kata Eldin.
Ia beralasan, banjir yang terjadi kemarin justru luapan dari sejumlah sungai. Untuk itu, kata Eldin, ini merupakan wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Yang saya lihat kondisinya, tidak mengalih-alihkan, air memang dari sungai, balik ke drainase kita. Karena ada tekanan itu, jadi airnya keluar," sebut Eldin.
Berdasarkan rapat pembahasan draft MoU antara Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Pemko Medan dan Pemprovsu terungkap, Kota Medan memang sulit terbebas dari banjir.
Alasannya, pertama karena faktor kemiringan. Kemudian, proyek drainase yang dikerjakan Pemko Medan beberapa waktu lalu, antara drainase primer dan skunder tidak saling terhubung.
Lalu, terjadi pendangkalan sejumlah sungai di Kota Medan. Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BWSS.
Selama ini, ia mengatakan, masyarakat mengira bahwa banjir adalah tanggungjawab PU. Padahal, kata Syahnan, ini adalah tanggungjawab bersama.
Menyangkut banjir ini, T Dzulmi Eldin mengatakan, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan warga membuang sampah ke sungai.
Suasana di Pusat Pasar Medan setelah hujan deras. Sejumlah ruas jalan seperti Jl HM Yamin, Jl Sutomo, Jl Jawa tenggelam, Rabu (10/2/2016).
Suasana di Pusat Pasar Medan setelah hujan deras. Sejumlah ruas jalan seperti Jl HM Yamin, Jl Sutomo, Jl Jawa tenggelam, Rabu (10/2/2016).
Untuk itu, sambung Eldin, ia meminta warga sadar akan kebersihan. Dalam waktu dekat, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum akan mencari solusi dan bekerjasama dengan BWS menggali sungai.
"Kami sudah sudah siapkan fasilitas (untuk sampah). Buang aja di depan rumah. Nanti petugas kami yang mengangkutnya," kata Eldin.
Sementara itu, Kepala Dinas PU, Khairul Syahnan tidak banyak berkomentar.
Dia mengatakan, persoalan banjir dan meluapnya air Sungai Sei Sikambing sudah dikoordinasikan dengan BWS.
"Air banjir itu kan kiriman dari gunung. Kalau udah banjir dari gunung, ya meluaplah drainase.
Kalau perkara action, ya action-nya kami terus. Itu kami lagi kerja di Selayang. Cuma kalau hujan begini ya mau bagaimana lagi. Meluap itu air dari sungai. Kewenangan sungai itu di balai sungai," pungkasnya.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI