Koalisi Mulai Retak, Demokrat Tuding Sandi Bayar PAN dan PKS Masing-masing Rp 500 Miliar

| Kamis, 09 Agustus 2018 | 09.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Sandiaga Uno bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto
Mediaapakabar.com - Koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra dikabarkan mulai retak. Itu terjadi karena sampai saat ini belum terjadi kesepakatan di antara keduanya.

Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, pihaknya kaget karena Prabowo melakukan hal yang di luar dugaan partainya.

Menurut Andi, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno 'ngotot' menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dengan menggelontorkan uang ratusan miliar.

"Di luar dugaan kami ternyata Prabowo lebih mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar," ujar Andi seperti yang dilansir JawaPos.com, Rabu (8/8).

Andi mengungkapkan, Sandiaga merayu Gerindra‎, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Amanat Nasional (PAN) dengan imbalan uang. Sehingga bisa memuluskan langkahnya menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Sandi sanggup membayar masing-masing per parpol Rp 500 miliar demi pilihannya untuk menjadi cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Menurut Andi, Prabowo dengan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan pada Selasa (7/8) malam dengan adanya kesepakatan-kesepakatan. Namun semuanya berubah hanya dalam hitungan jam.

Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat bakal meninggalkan Gerindra dari koalisi yang sudah terbangun. Termasuk juga meninggalkan PAN dan PKS.

"Besar kemungkinan kami akan tinggalkan koalisi kardus ini. Lebih baik kami konsentrasi kepada pencalegan, ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS dan Gerindra," tegasnya.

"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PkS, dan PAN," pungkasnya.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI