Usai Gempa Guncang NTB, Ada 3 Pendaki Rinjani, 2 Porter dan 1 Jenazah yang Harus Dievakuasi

| Selasa, 31 Juli 2018 | 10.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pendaki turun dari Gunung Rinjani saat gempa bumi mengguncang NTB, Minggu (29/7/2018).Senin malam giliran Nias diguncang gempa. 
Mediaapakabar.com - Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter(SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Minggu (29/7/18), pukul 06.47 WITA.
Meski guncangannya cukup hebat, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Lokasi gempa terjadi di regional Sumbawa pada kedalaman 10 KM," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani memastikan masih ada 3 pendaki Gunung Rinjani yang masih terjebak di sekitar Danau Segara Anak pasca gempa.
Dikutip dari Antaranews, Selasa (31/7/18), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono menyatakan bahwa hari ini akan dilakukan evakuasi 3 pendaki menggunakan helikopter jika cuaca memungkinkan.
"Untuk tiga tamu (pendaki) kami usahakan evakuasinya menggunakan helikopter. Mudah-mudahan kondisi cuacanya memungkinkan," kata Sudiyono.
Rencana evakuasi menggunakan helikopter itu masih akan kembali dibicarakan dengan para pihak penyelamat yang tergabung dalam tim, baik BPNB, TNI, Polri, maupun relawan.
Rencananya, evakuasi akan dilakukan hari ini, sekitar pukul 08.00 atau 09.00 WITA
Selain 3 pendaki, tim juga akan mengevakuasi 2 porter, dan 1 jenazah.
"Jadi mereka itu berjumlah lima orang, yang satu lagi jenazah, jadinya enam yang akan dievakuasi.
Dua orang lainnya yang bersama tiga pendaki itu tenaga lokal, 'guide' dan porter, kemungkinan mereka akan dievakuasi melalui jalur darat," kata Sudiyono.
Sebelumnya, seorang pendaki Gunung Rinjani di Lombok yang berhasil turun, Krisna, menuturkan bahwa kondisi di pos 2 sangat memprihatinkan.
Pendaki asal Jombang itu bercerita, kondisi fisik pendaki sudah drop, bahkan ada yang sesak nafas. "Kondisi lelah. Drop, Mas. Di pos 2 ada pendaki yang sesak nafas," katanya kepada Kompas.com. (*)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI