Ini Tampang Empat Pelaku Pembunuh Bayaran yang Tega Habisi Nyawa Herdi Sibolga

| Minggu, 29 Juli 2018 | 15.11 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pelaku pembunuhan Herdi Sibolga. Foto: Mediapurnapolri.net
Mediaapakabar.com -  Tim Jatanras Polda Metro Jaya menangkap empat orang pelaku penembakan Herdi Sibolga yang ditemukan tewas di Penjaringan, Jakarta Utara. Namun satu pelaku berinisial AX yang merupakan otak di balik pembunuhan Herdi masih diburu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan empat pelaku tersebut adalah  AS (41), JS (36), PWT (32), dan SM (41).

“Pelaku yang AS ini yang eksekutor. JS ini mengikuti dan mempelajari keseharian korban, seperti mempelajari jam-jam berapa saja korban pulang. JS bersama AS menunggu korban di lokasi penembakan” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 28 Juli 2018.

Argo mengatakan, keempat pelaku pembunuh bayaran ini ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

Melansir Kriminologi.id, keempat pelaku itu juga memiliki peran masing masing dalam penembakan yang mengegerkan warga Penjaringan, Jakarta Utara itu.

AS bertugas sebagai eksekutor, sementara JS bertugas membonceng AS saat beraksi. Sementara dua pelaku lain yaitu PWT dan SM diketahui berperan mengawasi daerah sekitar saat eksekusi dilakukan.


Menurut Argo, dari hasil pemeriksaan tersangka, Herdi dieksekusi dengan senjata revolver rakitan milik AX yang merupakan otak dari pembunuhan ini.

"Senjata saat ini masih diperiksa di Puslabfor. Keterangan pelaku, senjata ini milik AX yang juga otak pelaku pembunuhan.

Herdi ditembak hingga tewas saat ia baru saja tiba di rumahnya pada Jumat, 20 Juli 2018 malam.

Herdi yang tinggal di Jalan Jelambar Aladin, Penjaringan, Jakarta Utara itu tiba-tiba ditembak oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor Yamaha N-Max.

Saksi mengatakan mendengar dua letusan senjata api. Sang eksekutor menggunakan topi, sedangkan wajah jokinya tertutup helm full face.

Hingga kini belum diketahui  motif penembakan Herdi. Namun diduga kuat penembakan tersebut bermotif bisnis. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI