Detik-detik Video Rekam Wali Kota Ditembak Mati Sniper Saat Ikuti Upacara Pengibaran Bendera

| Kamis, 05 Juli 2018 | 14.15 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Antonio Halili, Walo Kota Tanauan. Foto: AP
Mediaapakabar.com - Seorang wali kota di Filipina yang masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte untuk para pejabat yang diduga terlibat kasus narkotika, ditembak mati oleh sniper (penembak jitu), Senin (2/7/2018).


Antonio Halili, Walo Kota Tanauan, selatan Manila ditembak saat sedang mengikuti upacara pengibaran bendera di siang hari.
Halili ditembak di dada oleh satu tembakan dari jarak jauh, sehingga sempat menimbulkan kekacauan dalam upacara pengibaran bendera mingguan di balai kota di Tanauan, di selatan Manila.
Pada saat-saat berikutnya, para peserta yang ketakutan berteriak dan pengawal keamanan wali kota melepaskan tembakan, seperti tampak dalam video dari adegan itu.
Namun, si penembak berhasil melarikan diri dan Halili dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Kepala Polisi Kota Tanauan, Renato Mercado, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tembakan itu dilakukan dari jarak sekitar 150 meter.
“Jarak dari posisi itu luar biasa. Itu tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Ketrampilan itu hanya bisa dibandingkan dengan yang dimiliki oleh penembak jitu terlatih,” katanya kepada AFP.
Halili yang kontroversial telah membandingkan dirinya dengan Duterte karena dia secara terbuka memiliki sikap garis keras seperti presiden terhadap kejahatan dan narkoba.
Namun pada 2017, nama Halili muncul dalam “daftar narko” yang dikeluarkan oleh Presiden Duterte. Daftar itu mencantumkan nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika. Simak videonya:


Setelah penembakan Halili, insiden penembakan yang menargetkan pejabat pemerintah kembali terjadi di Filipina, Selasa (3/7/2018).
Kali ini, seorang wali kota tewas setelah diberondong tembakan oleh orang-orang tak dikenal yang mengendarai motor.
Ferdinand Bote (57), wali kota General Tinio, Provinsi Nueva Ecija, tewas setelah ditembak sekelompok orang tak dikenal saat meninggalkan kantornya ditemani seorang sopir.
Mobil yang dinaiki wali kota General Tinio, Ferdinand Bote, yang diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, Selasa (3/7/2018).
Mobil yang dinaiki wali kota General Tinio, Ferdinand Bote, yang diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, Selasa (3/7/2018).(SCMP / CNN PHILIPPINES)
Sesaat setelah mobilnya keluar dari kantor wali kota, sekelompok orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekati mobil mereka dan melepaskan tembakan ke jendela di samping wali kota duduk.
"Korban ditembak berulang kali menggunakan senjata laras pendek," kata kepala kepolisian kota, Adrian Gabriel dilansir SCMP.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI