Umat Islam di Karo Sangat Menghargai Perbedaan Antar Umat Beragama

| Selasa, 12 Juni 2018 | 17.53 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Saat Buka bersama di masjid agung kabanjahe,foto-apakabar/rianto
Mediaapakabar.com--Bulan suci ramadhan di tahun1439 H Hampir usai tinggal beberapa hari lagi  menyambut Raya Idul Fitri pun tiba. 

Umat muslim di Kabupten Karo merasa bersyukur masih di beri kesempatan oleh Allah STW sampai saat ini menjalankan kewajiban beragama sebagai Umat yang patuh kepada Tuhan nya,Nuansa bulan suci yang penuh ampun kali ini berjalan lancar dan penuh hikmah di Tanah Karo.Karena sampai saat ini toleransi umat beragama masih terjaga erat dengan adanya saling harga menghargai.

Seperti yang di utarakan Ramli Aziz Milala warga desa Laubaleng Kecamatan Lau Baleng salah satu pengajar di SD Miss AS - Salam Lau Baleng mengatakan "kami umat muslim di Lau Baleng sangat merasa damai karena kita di sini saling menghargai antar umat beragama,Pokonya toleransi umat beragama di Tanah Karo sangat bagus, kenapa saya bilang begini itu karena " Orang Karo yang beragama Islam bukan Agama Islam yang menjadi Orang Karo", maka tidak ada benturan antara agama dan budaya malah perbedaan memperkaya sebuah persaudaraan. Intinya orang karo itu tidak alergi terhadap Perbedaan jelasnya . 

Juliana br Damanik (39) Muslimah ibu dari dua anak yang keseharian nya berjualan di warung kopi di jalan  Mumah Purba ini menerangkan Puasa kali ini lancar lancar saja,kita disini melakukan ibadah dengan bebas, yah..kita masing-masing saja tidak ada perbedaan antara minoritas dan mayoritas, kalau kita mau puasa ya puasa aja gitu,disini tidak ada harus tutup warung sampai setengah hari seperti kota kota lain seperti Pekanbaru, Padang dan kota lainnya,karena masalah Iman itu ada nya di sini katanya sambil memegang dadanya.

Budi Sastra Negara unit opsnal Satlantas Karo ( 37) muslim mengatakan Mayoritas yg menghargai minoritas suasana bulan suci kali ini bersahabat jadi bagi kami yang puasa tenang hatinya menjalankan ibadah sementara yang tidak puasa atau non muslim tetap dapat menjalani kesehariannya seperti biasa juga mayoritas menghargai yang minoritas ujarnya. 

Sementara Bendahara Masjid Agung Kabanjahe Ganding Sitepu menjelaskan kondisi bulan Ramadhan di Masjid agung selama bulan puasa, kegiatan di Masjid Agung melaksanakan sholat traweh, melaksanakan acara buka bersama, membuat panita penerimaan zakat untuk persiapan penyerahan Zakat (13/14 juni 2018) kepada jemaah yang berhak yang sudah didata namun yang diutamakan jemaah disekitar masjid agung terangnya,Dan pada tanggal (15/06 2018) nanti kami akan melaksanakan sholat idul fitri di masjid ini (menunggu penetapan dari Menteri agama).

Lanjut Ganding, saya melihat Jemaah sangat bersuka cita menyambut bulan ramadhan dengan penuh antusias, mengikuti kegiatan selama bulan ramadhan baik puasa maupun sholat teraweh. Sedangkan saya pribadi kata Ganding " mempersiapkan diri agar lebih dewasa dan dihari raya nanti merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh tutupnya.(rianto)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI