Tinggal Proses Evakuasi, Posisi KM Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter

| Minggu, 24 Juni 2018 | 15.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Posisi KM Sinar Bangun ditemukan di kedalaman 450 meter
Mediaapakabar.com - Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam sejak Senin (18/6/2018), diduga akibat kelebihan muatan dan terpaan angin kencang, dan hingga saat ini belum ditemukan titik koordinat dimana bangkai KM Sinar Bangun berada.


Sekitar pukul 11:12 WIB tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas serta disaksikan oleh Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun.
Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Suharto menyebut KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47’ 3.835 N dan 98 deg 46’ 10.767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.
Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan bahwa sudah ditemukan titik koordinat dimana KM Sinar Bangun tenggelam.
"Kapal itu berada pada kedalaman 450 meter," kata Arie, Minggu (24/6/2018).
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras 

"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kdalaman 450 meter. “Dengan koordinat 2 deg 47’ 3.835 N
98 deg 46’ 10.767 E,” jelas Arie.
Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.
Perlu diketahui, Sebanyak 22 korban sudah ditemukan, 19 diantaranya selamat termasuk Nakhoda kapal serta 3 meninggal dunia yang semuanya perempuan.
Hingga kini masih ada 184 korban KM Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih terus lakukan penyisiran, untuk temukan bangkai kapal tersebut.
Setelah penemuan koordinat dan posisi KM Sinar Bangun tersebut, selanjutnya diserahkan ke pihak berwenang dibawah kendali Basarnas untuk melakukan langkah-langkah strategis berikutnya.

Mengingat kondisi kedalaman yang mencapai 450 meter, Ikatan Alumni ITB mengusulkan untuk memobilisasi ROV ECA H1000 "semi work class" untuk membantu proses pengangkatan kapal seperti yang dilansir Kompas.com.

Apalagi diperkirakan banyak korban masih terperangkap di dalam badan kapal yang melayani pelayaran dari Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun menuju Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir itu.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI