Sihar Sitorus Berjanji Akan Membenahi Lingkungan di Sumut

| Kamis, 07 Juni 2018 | 22.22 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
 Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus bersama sejumlah narasumber lingkungan hidup dalam acara talk show bertajuk "Komitmen Cagubsu/Cawagubsu dalam penyelamatan Lingkungan" di Medan, Kamis malam (7/6/18).foto-apakabar/bcl comm
Mediaapakabar.com--Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumatera Utara Sumut Sihar Sitorus berjanji akan membenahi lingkungan di Sumut dengan mempertimbangkan aspek yang mempengaruhi tatanan sosial dan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan Cawagub nomor urut dua tersebut dalam talk show iNews Dialog. 

Dalam acara yang dipandu oleh Kadri Rasyid yang juga menjabat sebagai Eksekutif Produser iNews TV Medan tersebut, Sihar mengatakan bahwa persoalan lingkungan adalah persoalan yang serius dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Namun untuk menuntaskannya persoalan tersebut harus dilakukan secara bersama sama. Baik pemerintah termasuk lintas kepada daerah, kemudian korporasi dan masyarakat sosial. "Nantinya untuk persoalan ini sangat dibutuhkan pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang. Serta menciptakan keterpaduan, keterikatan, dan keseimbangan antar-sektor," paparnya, Kamis (7/6/2018) di Medan.

Pada dasarnya, wakil dari H Djarot Saiful Hidayat tersebut menegaskan bahwa banyak budaya di Sumut yang sesungguhnya sudah melindungi dan mempertimbangkan keseimbangan alam serta kelestarian lingkungan hidup. Contohnya pengelolaan hutan kemenyan di Humbang Hasundutan. Di mana warga dapat mengelola hutan dan harus menjaganya. Serta memelihara kelestarian alam karena memiliki keterikatan dengan produksi getah yang mereka gunakan sebagai sumber kehidupan. "Artinya secara ekonomi mereka terpenuhi, secara ekologis alam dilindungi," katanya.

Contoh lain menurut Cawagub yang maju diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu Lubuk Larangan di Mandailing Natal (Madina). Di  sejumlah Lubuk Larangan sudah ditentukan kapan dapat mengambil hasil ikan serta ada juga Lubuk Larangan yang sama sekali ikan di dalamnya tidak bisa diambil. Namun secara tidak langsung memberikan dampak positif pada warga. "Dengan demikian kita tinggal mengedukasi warga, serta memberikan beberapa aspek perlindungan alam yang baik serta menguntungkan bagi warga dan lingkungan," katanya.(bcl comm)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI