Pembunuhan Bocah dalam Karung Tak Sendiri, Deretan Kasus yang Diungkap Melalui Mimpi

| Senin, 04 Juni 2018 | 09.42 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Grace Gabriela Bimusu. Foto: Kriminologi.id
Mediaapakabar.com - Peristiwa pembunuhan kerap meninggalkan teka-teki yang cukup sulit dipecahkan, sehingga membuat kasusnya harus memakan waktu yang lama untuk terungkap.

Namun demikian, dalam beberapa kasus, petunjuk-petunjuk bisa hadir dalam bentuk mimpi.

Salah satunya terjadi pada pengungkapan pelaku pembunuhan Grace Gabriela Bimusu (5) beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan Grace Gabriela Bimusu (5) terungkap tiga minggu setelah penemuan mayatnya di dalam karung. Pelakunya diketahui adalah remaja pria berinisial R (15) tetangga dekatnya.

Jauh sebelum ditangkap, Grace telah menunjukkan sosok pelaku pembunuhnya kepada ibunya, Nancy Elisa (35), melalui mimpi.

Pesan yang disampaikan Grace melalu mimpi itu dengan menunjukkan sosok pelaku berupa foto keluarga pelaku.

Nancy menceritakan semua pesan yang disampaikan anaknya dalam mimpi saat melaporkan kepada polisi.

Kecurigaan Nancy terhadap pelaku semakin menguat karena sebelumnya ia juga pernah memimpikan soal canda Grace yang berada tepat di belakang rumah terduga pelaku.

Tak disangka, ternyata pesan yang disampaikan Grace terhadap ibundanya itu terbukti. Apa yang muncul dalam mimpi sama dengan sosok R itu, yang juga diamankan polisi.

Ternyata kasus pembunuhan yang berhasil terungkap dari mimpi tidak baru terjadi ini saja. Selain pada pengungkapan kasus Grace, setidaknya pernah ada tiga pengungkapan kasus pembunuhan lainnya yang petunjuknya juga dari mimpi.

Bahkan, ada satu kasus yang baru terungkap setelah bertahun-tahun tertutup.

Berikut kasus-kasus tersebut seperti yang dilansir Kriminologi.id:

1. Dapat Petunjuk Dari Mimpi, Ibu Ungkap Pelaku Pembunuhan Anaknya

Kasus pembunuhan Irmayani (24), warga Medan Tembuang, Sumatera Utara yang jasadnya ditemukan setengah membusuk pada 19 Januari 2017, menemukan titik terang. Melalui mimpi, Yusliani (56), sang ibu, berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan yang menjadi misteri hampir tiga minggu.

Pada 30 Januari 2017, Yusliani mengungkapkan pada pihak kepolisian bahwa dalam mimpinya itu anaknya mengaku dibunuh empat orang, terdiri dari dua wanita dan dua pria. Salah satunya adalah kekasihnya sendiri, yakni Ar. Di mimpi tersebut, Yusliani juga mengatakan bahwa anaknya mengaku dibunuh di bawah pohon sawit tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

Keterangan Yusliani itu pun dijadikan petunjuk oleh kepolisian, dan langsung ke tempat penemuan mayat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ternyata polisi menemukan tempat pembunuhan hanya berjarak 150 meter dari lokasi penemuan mayat.

Di lokasi, polisi menemukan powerbank, sandal yang diyakini milik Ar. Selain itu, polisi juga menemukan batu bata yang dipenuhi bercak darah yang sudah menghitam.

Dari temuan itu, polisi langsung memburu Ar. Sebelumnya, Ar sempat ditahan untuk diminta keterangan atas pembunuhan itu, namun sempat dilepaskan karena saat itu tidak cukup bukti.

2. Kerap Datangi Sang Nenek Dalam Mimpi, Kasus Pembunuhan Lama Terungkap

Sebuah kasus pembunuhan di Jambi yang tertutup sejak lama akhirnya terungkap, berawal dari mimipi sang nenek korban. Selama hampir enam tahun, tepatnya sejak 2010, RS (34) warga Desa Rantau Puri, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, menutupi pembunuhan yang dilakukan pada anak tirinya yang berumur lima tahun saat kejadian.

Awalnya, keluarga mengira sang anak diculik orang tidak dikenal. Pihak keluarga sudah mencoba melakukan pencarian namun tidak menemukan hasil.

Tetangga korban mengungkapkan, sejak dinyatakan hilang pada 2010, keluarga memang belum melapor ke kepolisian. Pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke kepolisian setelah sang nenek mengaku terus didatangi cucunya tersebut dalam mimpi. Sang cucu meminta sang nenek untuk menemukannya.

Dari hasil penyelidikian atas laporan kepolisian, ternyata terungkap bahwa korban menjadi bulan-bulanan tindak kekerasan oleh ayah tirinya hingga tewas. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan jasad korban yang dikubur secara sembunyi-sembunyi oleh RS tak jauh dari rumahnya.

RS pun resmi ditahan sejak Minggu, 13 November 2016. RS ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan anak tirinya berinisial BA yang masih berusia lima tahun.

3. Ditemui Korban Dalam Mimpi, Polisi Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan

Petunjuk lewat mimpi juga pernah dirasakan langsung oleh pihak kepolisian. Seorang perwira polisi di salah satu Mapolres di daerah Jakarta menceritakan pengalamannya saat berhasil mengungkap kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang perempuan.

Polisi berpangkat Kompol yang tidak ingin identitasnya disebutkan itu mengungkapkan pada 2010 seorang pemilik kos-kosan melaporkan ada kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Dalam kasus itu, barang bukti dan beberapa petunjuk sangat minim untuk mencari tahu siapa pelakunya.

Sempat mengalami kebuntuan, polisi berusia 39 tahun itu mengaku mendapatkan petunjuk dari korban melalui sebuah mimpi. Melalui mimpi, korban mencoba memberi tahu bahwa pelakunya adalah pria penghuni kos yang sama. Keesokan harinya, dia pun mengumpulkan semua penghuni kos pria untuk diperiksa secara intensif.

Hasil pemeriksaan berhasil mengerucutkan jumlah pria yang diduga sebagai pelaku. Namun, tim penyelidik belum menemukan alat bukti cukup untuk menjadikan seseorang tersangka.

Malam harinya, sang polisi kembali bermimpi bertemu korban. Dalam mimpi, korban memberikan beberapa petunjuk lagi kepadanya, seperti kain sprei yang dikubur di dalam tanah oleh pelaku, serta petunjuk lainnya yang mengisyaratkan bahwa pelaku adalah si pemilik kos.

Kepolisian pun akhirnya berhasil menemukan kain sprei yang dimaksud, yang digunakan untuk mencekik korban tingga tewas. Dari bukti yang ditemukan dan pemeriksaan lebih jauh, pelaku pun akhirnya tak dapat mengelak untuk mengakui perbuatannya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI