Lima Anggota Keluarga dan Pembantunya Tewas Terkurung Asap Saat Rumah Tebakar

| Sabtu, 23 Juni 2018 | 10.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Kantong mayat satu keluarga tewas usai terjadi kebakaran di Batam. Foto: Batampos
Mediaapakabar.com - Sebanyak enam orang tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di Kawasan Industri Mega Cipta Industrial Park Blok A2 Nomor 3, Batuampar, Batam, pada Kamis, 21 Juni 2018 sekitar pukul 05.00 WIB.

Dari enam korban tersebut, lima di antaranya merupakan satu anggota keluarga.

Satu anggota keluarga tersebut terdiri atas Joshua Pakpahan dan istirnya, Pang Pang, serta ketiga anaknya bernama William, Eby, dan Coco.

Kemudian satu korban lainnya, Ance, merupakan asisten rumah tangga keluarga tersebut. Selain korban tewas, ada satu asisten rumah tangga lainnya, Anggit berhasil selamat. Namun, hingga kini kondisinya masih kritis.

“Korban merupakan satu keluarga yang tinggal di sini. Sementara satu orang yang kritis merupakan pembantunya yang saat ini sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi seperti dikutip Batampos.co.id pada Kamis, 21 Juni 2018.

Didid mengatakan, pihaknya belum mengetahui sumber api maupun penyebab kebakaran yang menimpa satu keluarga tersebut. Namun demikian, pihaknya telah memanggil Tim Laboratorium Forensik dari Medan.

Nantinya, tim ini yang akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan beberapa barang bukti.

“Saat ini saya tidak bisa menerka-nerka penyebab kebakaran maupun sumber apinya dari mana. Kami tunggu pemeriksaan dari Tim Labfor untuk memeriksa penyebab kebakaran,” tuturnya.

Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Hengki, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui saat terjadi kebakaran, Anggit dan lima korban lainnya, selain Joshua sedang berada di dapur.

Saat api membesar, mereka tak bisa keluar karena tidak ada akses atau pintu keluar dari dapur. Sementara Joshua berada di ruang tamu saat terjadi kebakaran.

“Tidak ada pintu sama sekali karena tembok semua di belakang itu. Mereka tidak bisa lari ke mana-mana, sehingga korban lemas karena menghirup asap,” tuturnya.

Salah seorang sekuriti kawasan industri Mega Cipta Industrial Park, Kariman, mengatakan kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh rekannya bernama Hendrik.

Kemudian Hendrik memberitahu kejadian ini kepada dirinya dan langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran di saat kondisi api sudah membesar dan membakar sebagian besar ruko tempat Joshua dan keluarganya tinggal.

“Kalau Pak Joshua ini meninggalnya di ruang tamu dalam kondisi terbakar. Sementara istri, anak sama pembantunya itu di belakang dekat dapur,” ujarnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI