Kalap Kumisnya Terus Dihina, Pria Tukang Ojek Nekat Habisi Nyawa Temannya

| Rabu, 27 Juni 2018 | 21.29 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
orban tewas luka tusuk atas nama Made Suka Mara di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Selasa (26/6/2018).. Foto: Tribun Bali
Mediaapakabar.com - Habis sudah kesabaran Nyoman Rapet lantaran kumisnya yang terus dihina.
Pria 56 tahun ini pun merasa sakit hati dan nekat menghabisi nyawa temannya Made Suka Mara (36) pada Selasa (26/6/2018).
Nyoman Rapet yang bekerja sebagai tukang ojek ini mengaku jika Made Suka sering menghina kumis miliknya.
"Kumis saya yang samar ini dibilang kumis bikul. Ya saya marah karena sering sekali saya dihina begitu. Kok sampai kumis saya dibawa-bawa. Saya bilang sama dia (korban, red) nak jeleme mekejang lakar mati. Dia jadi emosi,  tangan saya langsung dipegang sama dia. Saya diajak berkelahi," ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Sawan seperti yang dilansir Tribun Bali

Korban penusukan
Korban penusukan (Istimewa)

Merasa dirinya sudah tua, dan tak ingin mencari gara-gara, pria asal Banjar Dinas Dukuh, Desa Sudaji ini pun berusaha untuk tidak menghiraukan ajakan Made Suka berkelahi.
Ia memilih untuk bercerita dengan rekan ojek lainnya yang kebetulan tengah mangkal di tempat yang sama.
"Teman ojek saya itu rupanya bercerita dengan nada keras. Ya saya tegur, jangan ngomong keras-keras, tidak enak didengar yang lain. Setelah itu, dia (korban,red) tiba-tiba ikut campur sampai kami adu mulut," tuturnya.
Setelah saling adu mulut, Nyoman Rapet mengaku kalap.
Ia mengajak korban Made Suka untuk pergi ke suatu tempat.
Mereka  bertemu di depan setra (kuburan) Desa Sudaji.
Setibanya di setra, kata Nyoman Rapet, korban langsung memukuli dirinya dengan menggunakan balok kayu hingga berulang-ulang kali tepat dibagian kepala.
"Dia (korban red) sempat mengancam ingin membunuh saya. Saya dipukul hingga beberapa kali. Saya berusaha menangkis dengan tangan. Dari pada saya mati, ya saya langsung mengeluarkan pisau yang ada di tas pinggang saya, dan langsung menyayat perutnya satu kali," jelasnya.
Pisau dapur yang digunakan untuk menyayat perut korban itu sebut Nyoman Rapet memang sering ia bawa.
Tujuannya untuk mengambil daun pisang di kebun miliknya.
"Saya tidak tahu korban dimana mendapatkan kayu. Terpaksa saya ambil pisau di kompek (tas pinggang,red) yang biasanya sering saya gunakan untuk ngambil daun pisang. Saya tusuk sebanyak satu kali," ujarnya.
Akibat kejadian ini, Nyoman Rapet yang juga mengalami luka dibagian kepala dan tangannya ini pun mengaku sangat menyesali perbuatannya.
"Saya menyesal, saya salah. Saya benar-benar kalap," ucapnya lirih.
Sementara Kasubag RSUD Buleleng, Budiantara mengatakan, jenazah Made Suka diterima sekitar pukul 07.00 wita.
Jenazah Made Suka diantar oleh warga menggunakan mobil angkutan umum.
Berdasarkan hasil visum, di tubuh Made Suka hanya ditemukan luka sayatan sepanjang 14 centimeter, di bagian perut sebelah kanannya.
Akibat luka sayatan itu, usus kecilnya terburai keluar.
Ditemui di Mapolsek Sawan, saksi Gede Suardana (50) mengatakan, korban Made Suka dengan pelaku Nyoman Rapet memang sempat adu mulut di pangkalan ojek, dekat LPD Desa Sudaji, tempat biasanya mereka berkumpul.
Pelaku kata Gede Suardana,  sempat mengeluarkan kalimat yang menyinggung perasaan korban.
"Pelaku sempat ngomong ke korban ne ojek bungut-bungut dogen. Korban tersinggung akhirnya mereka berkelahi. Kami sempat melerai. Kemudian pelaku menantang korban. Pelaku mengajak korban untuk pergi ke suatu tempat," tuturnya. 
Imbuh Gede Suardana, merasa tertantang, korban pun pergi bersama pelaku menggunakan motor mereka masing-masing.
"Karena takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, saya bersama enam rekan lainnya bergegas mencari mereka. Dan benar saja, saya lihat Made Suka (korban,red) sudah terkapar di pinggir jalan, depan Setra Sudaji. Saat itu dia masih hidup, dan sempat mengatakan kalau perutnya terluka. Sedangkan pelaku langsung kabur," ungkapnya.
Melihat korban terluka parah, Gede Suardana pun bergegas mencarikan mobil angkutan umum untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Buleleng.
Namun nahas, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Saya tidak tahu persis apa permasalahannya. Mungkin mereka bertengkar sejak lama. Tapi saling pukul itu baru terjadi hari ini," jelasnya. (*)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI