Cerita Korban Selamat Ungkap Betapa Kejamnya Kapal Feri: Banyak yang Minta Tolong

| Minggu, 24 Juni 2018 | 16.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Polres Samosir melakukan prarekonstruksi KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo, Sabtu (23/6/2018)
Polres Samosir melakukan prarekonstruksi KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo. Foto: Tribun Medan (23/6/2018) 

Mediaapakabar.com -
 Korban selamat Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tampak mulai pulih dari trauma.


Mereka berbincang dengan sanak keluarga di tenda khusus keluarga korban di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Tragedi terbaliknya Kapal Motor Sinar Bangun masih menyimpan misteri. Selain jumlah penumpang yang over kapasitas korban selamat mengungkapkan kondisi di dalam KM Sinar Bangun.

Melansir Tribun Medan, Jesika Elpri Sinaga (20) korban yang selamat mengungkap kondisi kapal saat itu sudah sangat sesak. 

Bahkan sebelum melaju, dalam keadaan bersandar, kapal sudah oleng ke sebalah kanan. Jesika warga Raja Nihuta, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun mengatakan di dalam kapal ada yang bermain judi, minum tuak, berjoget-joget, dan bernyanyi-nyanyi.
"Ada yang main tuo (judi koin) di dalam kapal. Ada yang joget-joget," ungkapnya, Minggu (24/6/2018).
Jesika yang duduk di lantai dua telah merasa kapal dalam kondisi oleng. Saat itu, cuaca cukup buruk. Angin dan ombak cukup kuat menghantam kapal.
"Kapal oleng ke sebelah kanan. Lalu, terbalik dan perlahan jatuh masuk ke dalam danau. Semua manusia menumpuk di sisi kanan kapal," katanya.
Jesika menceritakan ia dapat selamat ketika melihat ada celah untuk keluar dari kapal. Jesika sempat naik ke atas bangkai kapal yang belum sepenuhnya tenggelam.

Jesika Elpri Sinaga (20) korban selamat berkisah kondisi kapal sebelum tenggelam. Foto: Tribun Medan
"Waktu terbalik kapal. Tersesatlah aku di dalam, kucarilah celah kupaksa keluar. Kutengok kawanku di atas semua lalu naik aku. Selang empat menit kapal tenggelam sepenuhnya," ujarnya seraya mengatakan saat akan naik ke permukaan semua korban saling tarik menarik.
Jesika pun berhasil selamat dengan berenang dan ditolong oleh Kapal Motor Cinta Damai.
Jesika pergi bersama lima temannya Jamuda sinaga, Roni Siadari, Herman Turnip, Selma Sinaga, dan Atur Sinaga. Namun, dua temannya Selma Sinaga dan Atur Sinaga masih dalam pencarian.
"Saat kami tenggelam ada kapal feri memang yang lewat. Tapi, mereka hanya sebentar. Hanya tiga orang yang diselamatkan lalu pergi," katanya.

Jesika juga mengungkapkan kekecewaan atas tindakan nakhoda kapal feri yang terkesan membiarkan mereka tenggelam.
"Ada diselamatkan tiga orang. Masih banyak yang minta tolong. Yang diselamatkan tiga orang lalu pergi. Lalu balik lagi dan enggak ada lagi yang selamat," pungkasnya.

Diketahui, informasi teranyar, Minggu (24/6/2018) siang, posisi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam sejak Senin (18/6/2018) lalu, telah ditemukan.
Sekitar pukul 11:12 WIB tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas serta disaksikan oleh Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun.
Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Suharto menyebut KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47’ 3.835 N dan 98 deg 46’ 10.767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.
Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan bahwa sudah ditemukan titik koordinat dimana KM Sinar Bangun tenggelam.
"Kapal itu berada pada kedalaman 450 meter," kata Arie, Minggu (24/6/2018).
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras (Facebook)
"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kdalaman 450 meter. “Dengan koordinat 2 deg 47’ 3.835 N
98 deg 46’ 10.767 E,” jelas Arie.
 
Perlu diketahui, Sebanyak 22 korban sudah ditemukan, 19 diantaranya selamat termasuk Nakhoda kapal serta 3 meninggal dunia yang semuanya perempuan.
Hingga kini masih ada 184 korban KM Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih terus lakukan penyisiran, untuk temukan bangkai kapal tersebut. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI