Terlilit Hutang Rp 300 Juta, Dokter Putri Mengaku Lakukan Penggelapan 24 Mobil

| Selasa, 24 April 2018 | 14.26 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:

dr Rieska Putriana alias Putri pelaku utama penggelapan mobil

Mediaapakabar.com - Dokter Rieska Putriana (32) alias Putri mengaku terpaksa melakukan tindakan kriminal yakni penggelapan mobil rental.

Mobil ini digadaikannya kepada orang lain sehingga menimbulkan kerugian bagi korban pemilik mobi. Hal itu terpaksa ia lakukan karena terjerat utang dari rentenir senilai Rp 300 juta.

Ia mengakui sebagai otak pelaku dibalik penggelapan puluhan unit mobil berkedok rental.

Putri mengakui bahwa sebanyak 24 mobil yang direntalnya dari para korban, telah digadaikan kepada tersangka lain atas nama Budi Ikhsan yang berperan sebagai penadah, dibantu oleh rekan tersangka lainnya Mahyuzar alias Yuzar yang berperan sebagai sopir.

"Iya saya gadaikan mobil kepada Budi, di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 35 juta," kata Putri saat diinterogasi di Polrestabes Medan, Senin (23/4).

Warga Jalan Pimpinan nomor 34, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan, ini nekad melakukan penggelapan mobil lantaran terlilit hutang hingga ratusan juta rupiah.

Perempuan berkulit kuning langsat dan bersuara serak basah ini, terlihat tenang saat dicecar pertanyaan. Parasnya cantik, membuat banyak orang tak percaya kalau dia adalah otak dibalik penggelapan 24 unit mobil rental.

"Saya dulu pernah menjadi calo untuk meloloskan orang agar masuk jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tiga sudah berhasil saya masukkan, tapi yang dua lagi tidak jebol saya masukkan," katanya.

"Yang dua itu, satu sudah bayar Rp 160 juta dan satu lagi Rp 140 juta. Mereka menuntut uang harus dikembalikan. Jadi saya terpaksa meminjam uang ke rentenir sebesar Rp 300 juta dengan bunga 20 persen. Total uang yang harus dikembalikan Rp 360 juta ke rentenir," curhat Putri.

Perempuan beranak empat ini mengaku terpaksa melakukan itu semua, agar tidak dijerat hukum oleh para korban yang gagal dimasukannya menjadi PNS. Terlebih, para korban saat itu sekitar tahun awal 2017 silam terus meminta uangnya kembali.

"Jadi saya cari cara cepat dengan berpura-pura meminjam mobil rental untuk keperluan koas kuliah," kata dr yang pernah bertugas di salah satu rumah sakit di Aceh tersebut.

"Saya rental mobil terus saya gadaikan pada Budi Ikhsan dengan rata-rata satu harga mobil yang digadai Rp 25-35 juta rupiah," ujar Putri sembari tertunduk lesu.

Saat ditanya kondisi keluarga, Putri langsung tertegun. Bahkan matanya sempat berkaca-kaca seperti merasa sedih.

Di usianya yang terbilang muda, Putri sudah memiliki empat anak, tiga lelaki dan satu perempuan. Dengan usia anak tertua 10 tahun dan yang paling kecil masih berusia 5 bulan.

Terlebih saat ini Putri tidak bertugas di rumah sakit manapun. Dengan terbata-bata ia mengaku sebelum melakukan penggelapan mobil ini, ia sudah memikirkan matang-matang dampak apa yang akan diterima olehnya dan keluarga.

"Nyesel sekali sebenarnya telah melakukan hal ini semua, kecewa sama diri sendiri. Tapi mau bagaimana sudah kejadian semua," tutur Putri sembari pergi digiring petugas ke uang tahanan Polrestabes Medan
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI