Kirab Obor Paskah Nasional 2018 Disambut Penuh Antusias di Samosir

| Jumat, 27 April 2018 | 13.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Awak media  dari media Televisi Trans 7,Metro TV, SCTV yang selalu setia mengikuti kegiatan kirab obor  Pra pascah yang akan berlangsung di Geopark sigulati kab. Samosir,  bersama kadis Perahubungan Nurdin siahaan. (Foto/Manurung)
Mediaapakabar.com - Penyambutan Kirab Obor Paskah Nasional tahun 2018 dengan cara manortor, Kamis (26/04/2018) menuju Sigulatti Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir berjalan aman, terbit dan lancar.

Meski prosesi tersebut dibarengi dengan hujan, penari yang terdiri dari pelajar dan warga tetap antusias dan semangat mengikutinya yang berdiri sepanjang jalan menuju geo park sigulati kec. Sianjur mula-mula kab.   Samosir.

Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon ditemui wartawan di lokasi mengaku, bahwa Kabupaten Samosir baru pertama kali sebagai Tuan Rumah pada Pembukaan Paskah Nasional. "Yang perlu kami tekankan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir bahwa samosir ini adalah daerah yang berbudaya dan beragama," tuturnya mengingat kultur budaya yang beragam.

"Jadi kami sengaja membuat penyambutan Obor Paskah sebagai lambang kebangkitan Yesus Kristus. Kami sambut dengan tortor. Itulah budaya tertinggi dari kami masyarakat batak yang ada di Kabupaten Samosir," tambahnya.

Tentang kehadiran MURI dalam acara, menurutnya  tortor terpanjang di Indonesia bahkan dunia baru ini say jumpai biarlah nanti MURI seperti apa dalam penilaiannya," tandasnya.

Sementara itu, Senior  Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Yusuf Ngadri yang dikonfirmasi wartawan di lokasi membenarkan kedatangan pihaknya atas informasi yang beredar terkait tortor terpanjang di Indonesia.

"Kami telah verifikasi 8651 penari menyambut obor paskah nasional. Ini adalah penciptaan rekor baru. Karena sebelumnya belum pernah tercipta rekor yang menari dengan jajar dan saling berhadapan dengan jarak mencapai 4,2 Km" menuju ke geopark sifulati, terang Yusuf.

Yusuf menjelaskan, kriteria penilaian MURI berdasarkan tiga hal, yakni sesuatu yang pertama terjadi, unik dan langka. "Jadi sepanjang itu menjadi paling, tingkatnya superlatif, itu akan tercatat sebagai rekor," pungkas Yusuf Ngadri. (Manurung) 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI