Kondisi Terkini Bocah Korban Pencabulan 10 Pria Bertopeng di Medan

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Psikolog, Irna Minauli Psikolog Irna Minauli. (detikcom)

Mediaapakabar.com
Psikolog mengungkap kondisi bocah yang menjadi korban pencabulan oleh 10 pria bertopeng di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Psikolog menyebut korban masih dalam keadaan trauma.

"Korban masih mengalami trauma karena ditandai dengan rasa jijik terhadap diri sendiri atau mual atau muntah," kata psikolog Irna Minauli dilansir dari detikcom, pada Minggu, 05 September 2021.


Hal ini disampaikan Irna setelah didatangi korban bersama keluarganya untuk melakukan konseling. Hadir juga pengacara korban Irwansyah Putra Nasution.


Irna mengatakan korban juga mengalami gangguan makan. Korban masih merasakan bau yang membuat dia tidak berselera untuk makan.


"Dan sempat mengalami mimpi buruk, tapi tidak terlalu lama," tuturnya.


Lanjut dikatakan Irna, kondisi korban ini bisa kembali pulih jika dilakukan perawatan minimal enam bulan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi korban tidak akan kembali pulih.


"Bisa berkelanjutan, menjadi depresi, atau gangguan kecemasan yang bisa berbentuk fobia," ucap Irna.


"Biasanya fobianya bisa berkaitan dengan benda-benda tertentu yang ada kaitannya dengan kejadian. Misalnya saat ini dia takut dengan mobil bak terbuka, jadi dia tidak berani kalau liat mobil bak terbuka, tapi mobil lain dia tidak ada masalah, dan ketakutan terhadap pisau karena mengingatkannya pada ancaman saat kejadian," tambahnya.


Irna menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam proses pemulihan korban. Dia berharap keluarga terus memberikan dukungan terhadap korban.


"Dukungan sosial dari keluarga terutama peran orang tua sangat mendukung," jelas Irna.


Sebelumnya, seorang bocah 10 tahun di Medan diduga diculik. Bocah itu juga diduga dicabuli oleh 10 orang yang menggunakan topeng.


"Korban pencabulan berinisial R (10), anak PA, warga Kota Medan," kata pengacara korban, Irwansyah Putra Nasution.


Irwansyah mengatakan kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Dia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada 23 Agustus.


Korban diduga diculik saat sedang berjalan dari rumahnya ke warung. Di perjalanan itu, korban dipaksa naik ke mobil pikap yang tertutup terpal berwarna biru.


Setelah berada di atas pikap, korban lalu dipaksa melakukan tindakan asusila. Menurut korban, ada 10 orang pelaku yang memakai topeng. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini