Dokter Ungkap Syarat Suatu Negara Bisa Hidup Berdampingan dengan Pandemi COVID-19

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi pandemi Covid-19. (okezone.com)

Mediaapakabar.comBelum lama ini sejumlah negara seperti Singapura dan Korea Selatan telah mendeklarasikan kepada warganya untuk bisa hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19. 

Alhasil, banyak orang bingung dengan hal tersebut lantaran ada sejumlah istilah baru yang muncul.


Pakar kesehatan sekaligus dokter relawan COVID-19, Muhammad Fajri Adda'i menjelaskan perbedaan antara pandemi dan epidemi yang sering membuat masyarakat bingung dalam mengartikannya.


"Pandemi adalah ketika infeksinya itu meluas sehingga rumah sakit menjadi penuh, akibat tingkat keparahan yang cukup tinggi dan terjadi di beberapa negara," terang dr Fajri, seperti dikutip dari unggahan video-nya di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai, dilansir dari okezone.com, Minggu (12/9/2021).


"Sementara epidemi adalah kondisi di mana penyakit tersebut berubah menjadi penyakit yang rutin seperti demam berdarah, malaria, dan lainnya. Jadi sakitnya itu banyak dan menetap," lanjutnya.


Ia menambahkan, suatu negara bisa hidup berdampingan dengan pandemi ketika angka kasusnya terkontrol dan tidak terlalu banyak. Lantas, mengapa Singapura dan Korea bisa mengumumkan hal tersebut?


"Mereka memang mencanangkan hidup bersama pandemi pada Oktober ketika 80 ΔΊ, sementara monitor mereka tentang surveilans kesehatan seperti testing, tracing, treatment juga bagus. Sehingga tidak hanya dilepas tanpa persiapan, namun juga tetap patuh protokol kesehatan," pungkasnya. (OC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini