China Batasi Waktu Anak Bermain Game Online Jadi 3 Jam Seminggu

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi/copyright pixabay.com

Mediaapakabar.com
China membatasi remaja pada usia di bawah 18 tahun untuk bermain game online. Hal ini disampaikan oleh Administrasi Pers dan Publikasi Nasional (NPAA) bahwa bermain video game online hanya boleh dilakukan selama tiga jam per minggu. 

Dalam aturan baru tersebut, remaja di bawah 18 tahun hanya boleh bermain game satu jam sehari, yakni pada pukul 8-9 malam selama akhir pekan dan hari libur resmi. Sebelumnya, pemerintah Cina mengizinkan remaja di bawah 18 tahun bermain game 90 menit sehari. 


Pemerintah China khawatir mengenai dampak game bagi kaum mudanya, seperti kesehatan mata dan mental yang mengkhawatirkan hingga kecanduan game online. 


Selain itu, China juga berusaha untuk menghentikan permainan yang digambarkan sebagai "candu spiritual". 


Para pengguna game online harus mendaftar dengan kartu ID atau memberikan identitas asli. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak berbohong mengenai usia mereka. 


Selain itu, perusahaan dilarang memberikan penawaran layanan apa pun pada anak di bawah umur di luar jam yang sudah ditentukan. 


"Ada lebih dari 11 juta anak di bawah umur yang bermain video game di China hari ini dan kami memperkirakan baru akan mengarah pada penurunan jumlah pemain dan pengurangan jumlah waktu dan uang yang dimainkan oleh mereka di bawah 18 tahun," kata Daniel Ahmad dalam keterangan tertulis, dilansir dari Liputan6.com, pada Jumat, 03 September 2021.


Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dampak Aturan Waktu Bermain

Ilustrasi bermain game Perbesar

Ilustrasi bermain game (Foto:Shuuterstock)

Aturan baru ini jelas berdampak bagi industri game global yang melayani puluhan juta pemain muda di pasar game terbesar di dunia. 


Pasalnya, aturan juga berlaku bagi perusahaan yang menyediakan layanan game online untuk anak-anak, akan tersedia untuk melayani pengguna di luar jam yang telah ditentukan. 


Langkah yang diambil oleh pemerintah Cina tersebut juga berdampak pada saham kelas berat game online yang mulai turun. Salah satunya adalah video game online Eropa Ubisoft dan Embracer Group masing-masing turun lebih dari 2 persen. ( LC/MC )

Share:
Komentar

Berita Terkini