Napi Kendalikan 52 Kg Sabu dari Lapas Klas I Medan Dituntut Pidana Mati

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Sidang pembacaan yang digelar secara video teleconference di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Narapdana Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Khalif Raja bin Sudasri (23) menghadapi pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), warga Jalan Menteng Indah, Medan Area ini dinilai terbukti menjadi pengendali sabu seberat 52 kilogram (kg). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia menyatakan dalam tidak berharapnya, telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana Pasal 114 Ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


"Meminta kepada hakim yang menyidangkan, menuntut sidang Khalif Raja bin Sudasri dengan pidana mati," tegasnya, dihadapan Hakim Ketua Denny Lumbantobing, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (24/8/2021).


Menurut JPU, hal yang memberatkan karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. "Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan," katanya.


Usai mendengarkan JPU, majelis hakim memberikan kesempatan kepada hukum untuk menyampaikan tidak pembelaan pada sidang pekan depan. 


Mengutip dakwaan JPU, kasus bermula dari terdakwa Khalif Raja yang merupakan seorang narapidana di Lapas Tanjung Gusta Medan menyuruh Heri (DPO) sebagai kurir untuk menerima penyerahan sabu dari daerah Aceh Tamiang menuju Medan.


Selanjutnya, terdakwa Andika Fiezza ditugasi oleh terdakwa Khalif Raja untuk merekrut dan mengatur pembagian tugas masing. Kemudian terdakwa Andika merekrut beberapa orang dalam rangka menjalankan peredaran gelap narkotika.


Kemudian, terdakwa Andika Fiezza dihubungi terdakwa Khalif Raja dan menyuruh mengambil sabu yang sedang dibawa oleh Heri dan terdakwa Andika Fiezza. 


Lalu, memberitahukan nomor telepon terdakwa Syahrudi kepada terdakwa Khalif Raja selaku personil yang ditugasi untuk melakukan penjemputan sabu.


Lanjut dikatakan JPU, lalu Khalif Raja menghubungi nomor telpon terdakwa Syahrudi memerintahkan untuk menghubungi Heri selaku pembawa sabu dari Aceh Tamiang dan untuk menentukan lokasi serah terimanya.


Terdakwa Syahrudi dengan menggunakan kendaraan bermotor mengajak terdakwa Dudiet Harry untuk melakukan penjemputan sabu-sabu sesuai titik lokasi yang ditentukan yakni pintu tol Tanjung Morawa arah simpang kayu besar.


Saat tiba di lokasi, terdakwa Syahrudi melihat dua mobil yang berhenti beriringan dan kemudian terdakwa Syahrudi menghampiri mobil yang dikendarai Heri dan menunjuk mobil di belakangnya yakni Avanza warna putih yang dikemudikan Hendrikal.


Selanjutnya, terdakwa Syahrudi membawa mobil Avanza yang didalamnya terdapat muatan sabu seberat 52.613 gram dan terdakwa Syahrudi langsung menuju tempat penyimpanan sabu di Perumahan Meher Palace Nomor 8D, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.


Setelah sampai di lokasi tempat penyimpanan, terdakwa Fadillah Fasha yang telah menunggu di lokasi penyimpanan langsung memindahkan muatan karung dari dalam mobil tersebut untuk dipindahkan ke dalam kamar di lantai dua.


Keduanya membuka karung dan menghitung jumlah sabu-sabu yang diterima yakni sebanyak 50 bungkus dan memberitahu kepada terdakwa Andika Fiezza jika sabu telah diterima dan disimpan di Perumahan Meher Palace, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan sambil menunggu perintah lebih lanjut dari Khalif Raja. 


Kemudian, petugas Ditres Narkoba Bareskrim Polri telah mengetahui adanya peredaran narkoba jenis sabu dan langsung melakukan tindakan dengan terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap Fadilla Fasha, Syahrudi dan Dudiet Harry.


Dalam penggeledahan di Perumahan Meher palace nomor 8D, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan telah ditemukan 50 bungkus seberat 52.613 gram. ( MC/DAF )

Share:
Komentar

Berita Terkini