Viral Keributan Terjadi di Medan saat PPKM Darurat, Polisi Turun Tangan

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Video menunjukkan aksi keributan terjadi di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial. Polisi pun turun tangan.

Dilansir dari detikcom, Minggu (18/7/2021), tampak dalam video berdurasi 43 detik itu kerumunan orang. Ada juga petugas kepolisian berpakaian lengkap dengan tamengnya. Sementara di jalanan, tampak sejumlah benda seperti batu berserakan.


Kemudian, dalam video itu terdengar suara bahwa kejadian diduga keributan terjadi di daerah Belawan. Terdengar juga suara petugas meminta agar masyarakat dilokasi membubarkan diri.


Disebut dalam video itu, lokasi kejadian berdekatan dengan lokasi vaksinasi Bandar Deli Belawan. Kemudian ada tulisan dengan menyebut 'Indahnya Belawan, kiri vaksin kanan perang'. Lalu, ada juga 'Dari gelap sampai terang'.


Wakapolres Belawan Kompol Herwansyah mengatakan peristiwa keributan itu terjadi di simpang Kantor Camat Belawan. Dia menyebut kondisi di lokasi sudah kondusif.


"Di simpang kantor camat," sebut Herwansyah dimintai konfirmasi, Minggu (18/7/2021).


Herwansyah menjelaskan peristiwa demikian telah terjadi sejak lama. Padahal, kepolisian telah memediasi, memanggil tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala lingkungan berpuluh kali.


"Tapi kelihatannya anak-anak ini saya heran juga. Suka istilahnya mencari sensasi gitu. Tapi, tadi Alhamdulillah pagi kita turun, saya di lapangan tadi. Sudah kita bubarkan, sudah bubar," ujar Herwansyah.


Herwansyah mengaku sejauh ini tidak ada korban yang melapor, tidak ada juga para pelaku tawuran yang diamankan. Petugas pun terus memantau lokasi tersebut agar tidak terulang lagi.


"Ya kita pantau terus supaya nggak terulang kembali. Sampai siang ini belum ada (korban) yang melapor. Untuk sementara nggak ada diamankan. Karena begitu petugas datang berlarian semua orang itu," sebut Herwansyah.


Herwansyah menduga motif mereka melakukan keributan karena dendam. Akibatnya, keributan terus terjadi.


"Motifnya dendam kayaknya orang itu, nanti gang ini dengan gang ini anaknya datang di geber-geber marah, dah jadi sedikit kles saja, panggil kawannya lempar. Gitulah," sebut Herwansyah.


Herwansyah meminta agar masyarakat tidak menonton ketika terjadi tawuran. Dia mengimbau agar setiap orang tua mengingatkan anaknya jika keluar malam jangan tawuran.


"Kita mengingatkan kepada orang tua- orang tua ketika anaknya keluar malam diingatkan, ketika anaknya melihat keramaian, sampaikan tidak usah ikut, masuk ke rumah," ujar Herwansyah. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini