Viral! Isu Vaksin COVID-19 Mengandung 'Magnet', Ini Tanggapan Pakar Epidemiologi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca

Ket Foto : Tangkapan layar video viral koin menempel di bekas suntikan vaksin COVID-19 (Istimewa/detikcom)


Mediaapakabar.com - Isu vaksin COVID-19 mengandung magnet belakangan viral beredar di media sosial. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman ikut menanggapi, menegaskan hal tersebut hoax, alias tak mungkin terjadi.

Sederhananya, usai divaksinasi Corona, para vaksinator kerap menempelkan plester atau 'band aid'. Kemungkinan besar, hal ini bisa memicu koin menempel pada tangan pasca divaksin.


"Kalau bicara koin bisa nempel di badan setelah vaksin itu bukan hal yang aneh, bukan karena vaksinnya. Itu karena kita tahu setelah divaksin itu biasanya tenaga medis kan menempelkan plester atau band aid," bebernya dilansir dari detikcom pada Sabtu (28/5/2021), meluruskan isu vaksin COVID-19 mengandung magnet.


"Itu ketika misalnya dicabut ya itu pasti ada residunya atau bekas rekatan apalagi kalau misalnya berkeringat," sambungnya.


Kemungkinan lain yang disinggung Dicky soal isu vaksin COVID-19 mengandung magnet adalah saat seseorang berkeringat. Keringat memungkinkan benda termasuk berbahan logam menempel di kulit tubuh, karena kondisi badan tengah lembab.


Hal tersebut jelas lebih masuk akal ketimbang mempercayai narasi hoax yang menyebutkan vaksin COVID-19 mengandung magnet.


"Kita ketika kecil kan suka main nih misalnya koin ditempelkan di kening. Menempel di kening, tapi bukan karena ada magnet, atau misalnya wajah muka berminyak nih, nempel di pipi nih, bukan karena ada magnet di pipi saya," jelas Dicky dalam keterangan video, sambil memperagakan kemungkinan yang terjadi.


"Karena itu ada minyak," tutupnya.


Diberitakan sebelumnya, pakar biologi seluler menegaskan tidak mungkin magnet menjadi salah satu kandungan di dalam vaksin COVID-19. Dikutip dari covid19.go.id, vaksin COVID-19 pada dasarnya terdiri dari protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia untuk menjaga pH.


Hoax vaksin COVID-19 mengandung magnet mulanya berawal dari sebuah video seseorang yang disebut-sebut melakukan eksperimen dengan menempelkan logam usai vaksinasi. Dalam narasi video tersebut, logam yang menempel di tangan pasca divaksinasi diyakini imbas kandungan magnet di dalam vaksin COVID-19. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini