Mahalnya Harga Kedelai, Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar Tradisional Kosambi

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Tahu dan tempe menghilang di pasar tradisional Kosambi, Bandung, Jawa Barat. Hal ini dikarenakan adanya aksi mogok produksi pengrajin tahu dan tempe selama 3 hari imbas mahalnya harga kedelai.

Kini para pedagang sementara berhenti berjualan karena harga kedelai yang mahal. Sejumlah jongko tahu dan tempe terlihat kosong.


Pedagang berhenti berjualan tahu dan tempe karena harga kedelai yang mahal hampir Rp12.000 per kilogram (kg). Kini para pedagang mengaku saat ini hanya berjualan oncom di lapak dagangannya.


"Sejumlah konsumen mengeluh serta menghilang akibat aksi mogok para pengrajin tahu dan tempe," kata Cucu salah satu pedagang tahu dan tempe dilansir dari okezone.com pada Sabtu 29 Mei 2021.


Sebelumnya, pengrajin tahu dan tempe akan melakukan aksi demo terkait naiknya harga kedelai. Akibat aksi tersebut membuat seluruh pedagang tahu dan tempe harus gigit jari karena tidak bisa berjualan di pasar. (OC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini