-->
    |
Follow Us :

Selandia Baru Beli Tambahan 8,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer

Kali Dibaca
Ket Foto: Selandia Baru sepakat membeli tambahan 8,5 juta dosis vaksin Pfizer. (AP/Frank Augstein)

Mediaapakabar.comSelandia Baru menandatangani kesepakatan pembelian tambahan 8,5 juta dosis vaksin corona dari Pfizer dan BioNTech. Penambahan ini menjadikan Selandia Baru memiliki 10 juta dosis untuk seluruh populasi sebanyak 5 juta jiwa.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menegaskan pemesanan tambahan vaksin kali ini cukup untuk memvaksin seluruh warga Selandia Baru.


"Ini membuat total pesanan Pfizer kami menjadi 10 juta dosis atau cukup untuk 5juta orang untuk mendapatkan dua suntikan dosis yang diperlukan untuk divaksinasi penuh terhadap Covid-19," kata Ardern dalam sebuah pernyataan, Senin (8/3/2021).


Sebelumnya, pemerintah Selandia Baru telah membuat kesepakatan dengan Pfizer untuk membeli 1,5 juta dosis vaksin corona.


Mengutip Reuters, Ardern mengatakan keputusan untuk menjadikan Pfizer sebagai penyedia utama vaksin bagi negaranya berkaca pada tingkat efikasi sebesar 95 persen mencegah infeksi Covid-19 dengan gejala.


Bulan lalu Negeri Kiwi telah memulai peluncuran kampanye vaksinasi massal Covid-19.


Selandia Baru menargetkan untuk memvaksinasi seluruh populasinya pada akhir tahun ini.


Pada akhir pekan lalu pemerintah Selandia Baru mencabut lockdown sepekan di kota Auckland setelah menemukan varian virus corona baru B117 asal Inggris.


Pemberlakuan lockdown tersebut diterapkan setelah ditemukannya varian baru virus Covid-19 dari Inggris. Tidak ada kasus Covid-19 lokal baru yang tercatat pada hari Minggu.


Kementerian Kesehatan mengatakan kemungkinan pembatasan akan perlahan dihentikan setelah dipastikan tidak ada kasus positif baru pada akhir pekan, tepat seminggu usai diberlakukan lockdown.


Selandia Baru menuai pujian setelah dianggap berhasil mencegah penyebaran virus corona. 


Pemerintahan Ardern melakukan langkah-langkah protokol kesehatan masyarakat yang cepat dikombinasikan dengan pelacakan kontak yang massif, penutupan perbatasan dan karantina wajib bagi para pelancong. (Reunters/CNNI)

Komentar

Berita Terkini